ad
PadangTIME.com – Mengutip dari The Guardian pada Selasa (25/5/2021), dikatakan ada 9 negara dari seluruh dunia yang berisiko tinggi terhadap kehancuran sistem kesehatan akibat virus Covid-19, yaitu India, Argentina, Iran, Nepal, Filipina, Malaysia, Pakistan, Kosta Rika, Ekuador, dan Afrika Selatan.
Anggapan itu muncul setelah tercatat ada kenaikan besar dalam permintaan oksigen sejak Maret 2021. Indonesia tidak muncul dalam daftar negara yang berisiko mengalami kegagalan sistem kesehatan akibat Covid-19.
Sementara, ada kekhawatiran bahwa negara Asia lainnya berisiko mengalami kekurangan oksigen dan kehancuran sistem kesehatan, seperti Laos, dan negara di Afrika meliputi Nigeria, Ethiopia, Malawi, dan Zimbabwe, yang kurang memadai dalam pengiriman oksigen. Artinya, peningkatan kecil kebutuhan oksigen dapat menimbulkan masalah besar. Terbaru saat ini yaitu Covid-19 di India yang semakin mengganas.
Penampakan jenazah memenuhi tepi Sungai Gangga, menunjukkan tingginya angka kematian di negara ini. Puluhan jenazah yang diduga korban Covid-19, seperti dikutip dari ABC, terlihat berada di sepanjang tepi Sungai Gangga di India utara.
Dalam waktu kurang dari setahun, beberapa vaksin pun mulai dikembangkan untuk menekan angka kasus Covid-19. Pasalnya, upaya pencegahan dengan beragam protokol kesehatan yang disarankan dan dikampanyekan oleh para pakar tak cukup mampu membendung penyebaran, penularan dan infeksi dari virus SARS-CoV-2 ini.
Setelah dihitung sudah ada delapan vaksin Covid-19 yang digunakan dunia, beberapa telah dipakai di Indonesia termasuk vaksin Sinovac.
Efikasi vaksin-vaksin ini juga beragam dalam melindungi dari virus corona. Setahun lebih pandemi virus corona merebak di seluruh penjuru dunia, menginfeksi puluhan juta orang dan menyebabkan banyak kematian. Pandemi penyakit baru ini membuat komunitas ilmiah, peneliti dan para ilmuwan kewalahan.
Vaksin Sinovac digunakan untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 atau Covid-19. Vaksin Sinovac yang dikenal juga dengan nama CoronaVac sudah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Penyuntikan vaksin Sinovac akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus yang sudah tidak aktif ini dan memproduksi antibodi untuk melawannya sehingga tidak terjadi infeksi Covid-19.
Vaksin Sinovac dapat diberikan kepada orang berusia 18–59 tahun yang sedang dalam kondisi sehat. Vaksin akan diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak 14 hari. Dosis dalam sekali suntik adalah 0,5 ml. Dalam menghadapi era kehidupan New Normal Vaksin Sinovac sudah disebarkan di Sumatera Barat.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kami melakukan survei terkait vaksin Sinovac, apakah sudah efektif mencegah Covid-19 di Sumatera Barat? Survei ini dilakukan kepada 107 orang yang berdomisili di Sumatera Barat dengan berbagai usia dan latar belakang pekerjaan.
Pada survei ini ditanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan wabah Covid-19 dan vaksin Sinovac. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa 83,2% responden belum pernah terinfeksi Covid-19 dan 16,8% lainnya pernah terinfeksi Covid-19.
Hal selanjutnya yang ditanyakan yaitu pengetahuan responden mengenai vaksin, 87,9% responden mejawab bahwa mereka sudah mengetahui apa itu vaksin.
Sebagian besar responden sudah mengetahui beberapa jenis vaksin Covid-19 diantaranya vaksi Sinovac dan Astrazeneca, yang mana dua vaksin ini lebih umum digunakan di Indonesia. Hasil survei yang didapat menunjukkan bahwa vaksin belum mencapai seluruh kecamatan di Sumatera Barat.
Diketahui bahwa hanya 69,2% responden yang menyatakan vaksin sudah masuk di kecamatannya sedangkan 30,8% lainnya menjawab belum. Berkaitan dengan hal tersebut, dari seluruh responden yang terlibat pada survei ini, 51,4% sudah mendapatkan vaksin sedangkan 48,6% lainnya belum mendapatkan vaksin.
Dari keseluruhan responden yang belum mendapatkan vaksin terdapat 68,2% yang tidak bersedia melakukan vaksin.
Terdapat beberapa alasan kenapa mereka tidak bersedia melakukan vaksinasi, yaitu takut dengan efek samping yang disebabkan oleh vaksin dan karena belum yakin dengan manfaat vaksin.
Vaksin Sinovac yang telah beredar di Sumatera Barat juga memiliki efek samping namun tidak sama pada setiap pasien yang sudah divaksin. Hasil survei menunjukan 36,4% responden mengalami efek samping setelah divaksin sedangkan responden lain tidak mengalami efek samping setelah divaksin.
Efek samping dari vaksin sinovac ini biasanya berupa  pusing, sakit kepala, nafsu makan berkurang, lengan bekas suntikan terasa nyeri dan mudah mengantuk.
Survei yang dilakukan menunjukkan 26,2% responden berpendapat bahwa pemberian vaksin sudah efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan alasan vaksin bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 dan beberapa responden menyatakan sudah terdapat penurunan kasus Covid-19.
Sedangkan 73,8% responden menyatakan bahwa pemberian vaksin Sinovac di Sumatera Barat belum efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini karena masih terdapat kasus positif Covid-19 pada pasien yang telah mendapatkan vaksin dan pemberian vaksin di daerah belum merata sehingga belum cukup efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Berdasarkan hasil survei melalui google form terkait vaksin sinovac yang telah dilakukan kepada 107 orang yang berdomisili di Sumatera Barat, dapat diambil kesimpulan bahwa  vaksin Sinovac belum efektif mencegah Covid-19 di Sumatera Barat.
Hal-hal yang menyebabkan vaksin Sinovac dinilai belum efektif dalam pencegahan Covid-19 di Sumatera Barat yaitu pemberian vaksin di daerah belum merata, masih banyak masyarakat menolak vaksinasi karena takut akan efek samping dan belum percaya dengan manfaat vaksin tersebut, serta beberapa kasus yang terjadi dimana masyarakat yang sudah divaksin tetapi masih terjangkit penyakit Covid-19 yang menambah ketakutan masyarakat untuk divaksin.
Jadi berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan bahwa vaksin Sinovac belum efektif dalam mencegah penyakit Covid-19 di Sumatera Barat. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi bagi semua pihak baik itu pemerintah maupun masyarakat. (gita Fatrisia/pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here