PadangTIME.com-Sebuah kandidat vaksin COVID-19 nonaktif yang dikembangkan oleh Institut Biologi Medis di bawah naungan Akademi Ilmu Kedokteran China telah memasuki uji klinis fase kedua di China, demikian dilaporkan Science and Technology Daily pada Sabtu (20/6).
 Uji coba fase kedua tersebut, yang mengevaluasi lebih lanjut imunogenisitas dan keamanan vaksin itu pada manusia, dilakukan di Provinsi Yunnan, China barat daya.
Institut tersebut memulai uji klinis bagian pertama pada Mei. Hampir 200 sukarelawan berusia antara 18 hingga 59 tahun menerima vaksin itu di Rumah Sakit Universitas Kedua China Barat di Provinsi Sichuan. Penelitian tersebut dilakukan secara acak, memakai metode double-blind, dan menggunakan plasebo sebagai pengontrol.
Pabrik pembuatan vaksin COVID-19 dari institut itu di Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, akan mulai dioperasikan pada paruh kedua 2020, menurut laporan itu.
 Institut tersebut memiliki pengalaman yang kaya dan kemampuan yang kuat dalam penelitian vaksin. Mereka telah mengembangkan dan memproduksi vaksin hidup yang dilemahkan dan vaksin nonaktif untuk polio, melindungi ratusan ribu anak-anak China dari kecacatan, papar laporan itu lebih lanjut.
 Sampai saat ini, lima kandidat vaksin COVID-19 telah disetujui untuk uji klinis di China, menyumbang 40 persen dari total vaksin dalam tahap uji klinis di seluruh dunia, tutur Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China.  (PT)
Balang

LEAVE A REPLY

+ 11 = 20