Padang TIME.com-Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi kedatangan emiten baru ke-54 di 2019 yakni PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) yang mencatatkan saham perdana melalui skema initial public ofering (IPO) pada Jumat (20/12/2019).

Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 831,31 juta saham ke publik atau setara 20% dari modal ditempatkan setelah IPO. Jumlah saham yang dilepas tersebut termasuk juga saham karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA) yang dialokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,70 juta saham atau sebanyak-banyaknya 0,04% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Sementara itu, harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp1.500 per saham. Dengan demikian UCID berpotensi meraup dana segar sebesar Rp1,25 triliun, sekaligus menjadi IPO terbesar di sepanjang 2019.

“Dukungan dan sambutan yang diberikan oleh pasar modal Indonesia hingga kami dapat dicatatkan sahamnya di BEI merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. Pencatatan saham ini juga merupakan bukti komitmen Uni-Charm Indonesia kepada para stakeholders dan rekan usaha kami,” ujar Direktur Utama Uni-Charn Yuji Ishii saat membuka perdagangan di BEI, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Rencananya, perseroan bakal menggunakan dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 64,6% untuk kebutuhan belanja modal yakni pembelian fasilitas produksi baru dan peremajaan fasilitas produksi yang sudah ada. Kemudian sekitar 20,6% digunakan untuk pembayaran utang dan sebesar 14,8% digunakan untuk modal kerja.

Dengan demikian, setelah IPO, komposisi pemegang saham Uni-Charm menjadi 59,20% UC Corporation, 20,80% Purinusa, dan 20% Masyarakat. Adapun perseroan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin emisi efek. 

Balang

LEAVE A REPLY