ad
Oleh: TIM Pengabdi Unand Dan UNP
Padang TIME.com –
Harba Zumfakeya merupakan sebuah pusat kewirausahaan yang berada di Kampung Baru, Jorong Pakan Sinayan, Kenagarian Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam.
Pendirian Pusat Kewirausahaan ini diinisiasi atas kolaborasi Tokoh Kamang Mudiak, seorang pensiunan Guru dan Kepala Pustaka Bung Hatta yang bernama Drs. Faisal Datuak Indo Nan Panjang serta Ketua tim Pengabdi Nagari Membangun Kamang Mudiak Universitas Andalas dan Ketua Tim Pengabdi Nagari Binaan Kamang Mudiak LP2M Universitas Negeri Padang.
Bapak Dr. H. Andri Warman S.Sos, MM, Bupati Agam menerima kenang2an berupa souvenir, hasil produksi penggiat Pusat Kewirausahaan Harba Zumfakeya dari Ibu Ketua PKK Nagari Kamang Mudiak, Ibu Dra. Hj. Nini Sunarti, didampingi oleh Bapak Wali Nagari Kamang Mudiak, Drs. H. Edison Dt. Am Panjang serta Ketua Tim Pengabdi LP2M UNP, Dr. H. Khairani, MPd.
Pusat pelatihan ini, telah medidik ratusan peserta untuk dapat berdikari maupun bekerja pada perusahaan dengan kemahiran yang mereka miliki. Harba Zumfakeya juga memiliki galeri hasil kreasi alumni pelatihan yang dipasarkan dan dijual kepada para pengunjung galeri dan juga pada aktifitas pameran yang ada.
Produk yang dihasilkan oleh penggiat usaha pada pusat kewirausahaan ini antara lain adalah sepatu, sandal, sablon baju, souvenir wisata, souvenir nuansa Minangkabau, souvenir maniak maniak, sablon Mug dan Pin, Aneka Gantungan Kunci, dan Souvenir Pesta.
Ke depannya juga akan memproduksi aneka produk berbasis Batik Minangkabau karena sudah ada pelatihan pembuatan nuansa batik pada tanggal 10 Oktober 2021 yang lalu. Harba Zumfakeya juga memiliki aktifitas usaha di bidang pertanian dan peternakan dengan mengelola kebun Naga dan peternakan sapi.
Hasil kebun Naga ini telah berhasil mensuplai kebutuhan Naga di Sumatera Barat, Riau dan DKI Jakarta. Melalui peternakan sapi, Pusat Kewirausahaan ini juga mefasilitasi penduduk untuk menghasilkan pupuk organik yang saat ini masih dikonsumsi di daerah Kamang Mudiak saja.
Harba Zumfakeya juga memiliki sanggar seni Zumfakeya, dan telah menampilkan kebolehannya di daerah Kamang Mudiak, bahkan di Istana Gubernur Sumatera Barat pada tanggal 30 Oktober yang lalu dalam rangka pelantikan Pengurus HIPMIKIMDO Sumatera Barat oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat.
Pusat Kewirausahaan ini sedang merintis usaha industri tusuk sate dan usaha kuliner berbasis human center seperti kafe, catering dan produk makanan lainnya.
Pusat kewirausahaan Harba Zumfakeya ini diketuai oleh Drs. Faisal Datuak Indo Nan Panjang yang dibantu oleh Nurfan Arisman Datuak Kuniang, Yulizar, Ellindawati, Fatmawati, Aida Nurhana, Desi Susanti, Yuli Asmi, dan Elvina Febriani.
Dengan memiliki penggiat Kewirausahaan yang andal ini, Pusat kewirausahaan Harba Zumfakeya diharapkan dapat menjadi sentra pelatihan berbagai macam jenis kemahiran bagi masyarakat di Kamang Mudiak, terutama di kalangan generasi muda yang berminat untuk berwirausaha.
Untuk mewujudkannnya dilakukan negosiasi dengan berbagai pihak untuk dijadikan mitra pelatihan keterampilan antara lain dengan Wali Nagari Kamang Mudiak, Camat Kamang Magek, Kepala Dinas Koperindag Agam, Bupati Agam, Ketua DPRD Agam, Anggota DPRD Propinsi, Ketua Harian Forum UMKM Sumbar (Bunda Een Refan), HIPMIKIMDO Sumabar, dan BLK Payakumbuh.
Pusat kewirausahaan Harba Zumfakeya ini merupakan sentra pelatihan di bawah binaan kolaborasi antara LP2M Universitas Negeri Padang dan LP2M Universitas Andalas. Tim Pengabdi dari UNP diketuai oleh Dr. Khairani, MPd dengan anggota Sri Marya MPd, dan Srikandi MSi.
Sedangkan tim pengabdi dari Unand diketua oleh Assoc. Prof. Dr. Asniati, SE, MBA, Ak, CA, CSRA serta beranggotakan Dr. Drs. Khairil Anwar, M.Si, Devi Yulia Rahmi, S.E., M.Sc, dan Jefril Rahmadoni, S.Kom., M.Kom.
Galeri yang ada pada Pusat kewirausahaan Harba Zumfakeya ini sangat menarik perhatian Bapak Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia.
Pada saat kunjungan kerja beliau ke Kota Bukittinggi pada tanggal 12 Oktober yang lalu, Bapak Ir. Eddy Satriya, MA berkesempatan untuk hadir dan memberikan masukan tentang peningkatan kualitas produk dan menggiatkan pemasaran produk secara komprehensif, tidak hanya melakakukan promosi secara of line, tetapi juga pemasaran secara online.
Menurut penuturan beliau, kementrian Koperasi dan UMKM banyak meyediakan fasilitas kemudahan bagi usaha mikro dan kecil untuk tumbuh dan berkembang seperti program bantuan digitalisasi UMKM di Indonesia.
Program ini antara lain meliputi Literasi digital melalui pelatihan, peningkatan kapasitas produksi melalui pembiayaan dan proses Bisnis, program peningkatan kualitas produk melalui standarisasi dan sertifikasi produk serta penyediaan akses pasar melalui penyerapan produk oleh pemerintah, kemitraan ekspor dan Business Matching Diaspora.
Diharapkan dengan keterlibatan Pusat Kewirausahaan dengan strategi yang telah disediakan tersebut, Harba Zumfakeya dapat tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi sentra penggerak ekonomi rakyat di Kenagarian Kamang Mudiak khususnya dan masyarakat Sumatera Barat pada Umumnya.
Pak Deputi juga menyatakan adanya peran serta dari perantau untuk ikut mensukseskan kegiatan pelatihan dan pemasaran produk hasil anak nagari sangatlah diharapkan.  (PT)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here