UIN Imam Bonjol Padang Turunkan Mahasiswanya Sebanyak 2.236 Orang Ber-KKN

0
356
Padang TIME | Uinversitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang tahun akademik 2023 akan mengirim mahasiswanya sebanyak 2.236 orang untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat  (KKN-PPM). Ribuan mahasiswa ini akan di tempatkan pada 10 Kabupaten di Propinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Sementara jadwal pelaksanaan itu baru akan dimulai tanggal 13 Juli 2023 hingga 22 Agustus 2023. Dan, setiap nagari akan dipandu oleh satu orang DPL dengan mahasiswa setiap nagari sebanyak 20 orang.

Sebelum ber-KKN mahasiswa wajib mengikuti tes kompetensi yang dilakukan oleh tim Badan Penyelenggara KKN (BP-KKN) melalui proses uji kompetensi dengan melakukan pengujian keterampilan membaca al’quran, khatib, berceramah hingga proses penyelenggaran jenazah serta bagaimana cara berkomunikasi dengan masyarakat. Karena semua itu adalah merupakan modal utama sebagai ciri khas dari perguruan tinggi Islam negeri.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Hulwati, Ph.D bersama Kapus Pengabdian Kepada Masyarakat Yurisman, M.Ag serta Ketua BP KKN Dr. Afrinal serta Kapus Gender dan Anak Dr. Duhriah, di kampus III Sungai Bangek, Kamis, (22/6) di sela-sela dalam Rapat Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari, Camat hingga Walinagari se- Sumbar serta 80 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menjelaskan hal itu. Dalam pertemuan tersebut juga terungkap  rakor tentang  pelaksanaan KKN kali disambut baik oleh 80 nagari, karena akan mendatangkan dampak positif dalam upaya memberdayakan pengetahuan ke-agamaan.

Salah seorang Wali Nagari Lubuk Malalo Mulyadi bahwa KKN yang tahun sebelumnya pernah menerima mahasiswa KKN di nagarinya, lebih jauh menjelaskan bahwa dia punya catatan positif kehadiran mahasiswa KKN.  “Banyak manfaat  bagi kemaslahatan umat. Mahasiswa terlihat menyemarakkan masjid hingga surau-surau dan jemaahnya pun sangat banyak yang shalat berjemaah di masjid. Kegiatan TPA/TPQ hingga TPSA menjadi semarak pula. Inilah point utama yang betul-betul terasa hingga saat ini. Tahun ini gambaran tersebut kembali terlihat. Prinsipnya kami seluruh Walinagari siap membantu mahasiswa dengan tanpa adanya pungutan biaya ketika mahasiswa tinggal dan bermukim di nagari-nagari di Sumbar ini. Intinya KKN dari UIN IB Padang betul-betul diharapkan memberi manfaat bagi banyak orang demi tegaknya syiar Islam,’’kata sejumlah Walinagari bersepakat.

Kami berkeyakinan, untuk bisa suksesnya KKN yang diharapkan mampu merubah peradaban karena sudah menjadi aset bagi kita di Sumbar khususnya, sebelum turun ke lapangan tim pelaksana telah membekali mahasiswa dengan memberikan pemahaman, dasar, proses hingga etika, estetika pendekatan sosial dan kultural saat dalam ber-KKN. Jadi intinya, kami dari Pemda Kab se-Sumbar sudah yakin saja dengan program yang dilakukan oleh UIN setiap tahun.

“Saya mewakili pimpinan kampus merasa bangga dan berterimakasih dengan para pimpinan daerah di Sumbar karena telah memfasilitasi serta membantu para anak bangsa di Sumbar dalam membangun nagari saat ini dan masa datang. Karena, nagari hari ini butuh pendampingi dalam melahirkan produk hukum, label halal dan semua itu hasilnya di tunggu oleh masyarakat. Salah satunya adanya naskah akademik sebagai pedoman bagi pengambil kebijakan,’’katanya.

Ketua LPPM Hulwati, menambahkan pihak LPPM sejak dulu hingga saat ini selalu melakukan sistem penjaringan aspirasi dan  inspirasi serta menyatukan visi, misi dan persepsi dalam melakukan salah satu mata kuliah dengan ber-KKN.  Salah satu langkah strategi adalah pola tradisional yang dilakukan panitia penyelenggara KKN PPM UIN Imam Bonjol Padang, dimana jauh-jauh hari dilakukan pembekalan dan diberikan modal ke-ilmuan teoritis dan praktis sebelum  melepas mahasiswa KKN ke berbagai lokasi KKN di berbagai Daerah Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat.

Ketua BP KKN priode 48, Nazirman menyebutkan bahwa penyatuan visi serta penggalian potensi serta arah dan harapan masing-masing nagari menjadi bahan untuk pembekalan mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat. hal ini juga bermanfaat bagi semua pihak untuk membangun kolabaorasi dan meyatukan arah perubahan dan pembaharuan yang ingin dikembangkan serta dengan ini pula akan menumbuhkan rasa tanggungjawab dan kenyamanan dalam ber KKN,’’jelasnya.

Sebagai catatan penting, KKN yang diikuti oleh UIN IB Padang berupa KKN-Tuah Sakato terpadu, reguler, Melayu Serumpun untuk 10 orang yang di pusatkan di UIN Metro Lampung, KKN Kolaborasi dengan adanya 7 (tujuh) orang mahasiswa UIN Yogyakarta yang akan ditempatkan di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Padang Pariaman. Serta KKN Moderasi Beragama tingkat nasional di Pare- Pare Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk KKN-PPL yang dilakukan BP-KKN-PPM bagi Fakultas Tarbiyah UIN Imam Bonjol Padang juga berlangsung tahun ini. Dengan langsung melakukan praktek lapangan di sejumlah madrasah di Sumatera Barat. (pt)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini