Tingkat Literasi Keuangan Berpengaruh Pada Penggunaan Layanan Fintech di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri di Kota Padang

0
796
ad

Penulis :Aries Tanno*, Verni Juita*,Besti Novianda*& Deni Friawan**
* FakultasEkonomi Universitas Andalas, Padang
Departemen Ekonomi, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta

bebi

Padang TIME.com  – Perkembangan industri Fintech di Indonesia terus mengalami peningkatan belakangan ini, seiring dengan semakin masifnya penetrasi internet dan telepon selular. Pesatnya pertumbuhan fintech ini mengikuti proses digitalisasi yang telah terlebih dahulu hadir di bidang jasa transportasi on-line, seperti GO-JEK, Grab, dan Uber. Berbagai perusahaan start-up Fintech tersebut menyediakan beragam layanan jasa keuangan, tidak hanya P2 Plending, tapi juga jasa keuangan lainnya, seperti asuransi, penasehat keuangan dan juga investasi retail online.

Berdasarkan data statista, pasar fintech di Indonesia diperkirakan telah mencapai US$ 18.65 miliar pada tahun 2017 dan akan meningkat menjadi US$37.15 miliar pada pada 2021. Dari jumlah tersebut, lebihdari 99 persen merupakan transaksi pembayaran digital (digital payment) dan sisanya merupakan bisnis keuangan dan keuangan personal. Pada tahun 2017, transaksi pembayaran digital tersebut terdiri dari pembayaran perdagangan digital (payment for digital commerce) senilai US$ 18.55 miliar, pembayaran mobile (mobile payment) sebesar US$ 9 miliar, dan transfer uang P2P (peer to peer money transfer) senilai US$ 48 miliar (Data boks.kata data.co.id, 22 September 2017).

Pesatnya pertumbuhan produk layanan fintech yang beragam tersebut telah menghadirkan lingkungan pasar keruangan yang semakin kompleks sehingga membuat proses pengambilan   keputusan keuangan yang dihadapi oleh para konsumen menjadi lebih rumit dan menantang. Peningkatan cakupan dan kompleksitas dari produk dan layanan keuangan tersebut juga telah meningkatkan resiko keuangan yang dihadapi oleh para konsumen. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan keuangan yang memadai untuk mampu membuat sebuah keputusan keuangan yang baik, yang biasa dikenal dengan istilah literasi keuangan. Knidisi tersenut juga mendorong kebutuh  anak   an

perbaikan literasi keuangan agar pengguna dapat menggunakan produk dan jasa keuangan yang semakin inovatif dengan baik dan sesuai kebutuhan mereka. Dengan literasi keuangan yang baik, konsumen diharapkan mampu memahami produk dan layanan keuangan yang ditawarkan, termasuk fitur, manfaat, resiko, hak dan kewajiban para pihak yang terlibat.

Selain literasi keuangan, keputusan keuangan seseorang juga dipengaruhi oleh seberapa besar orang tersebut ingin menerima resiko dari pilihan keuangan yang dibuat, yang biasa dikenal dengan istilah toleransi resiko. Grable dan Roszkowsi (2008) menjelaskan bahwa toleransi resiko merupakan kesediaan seseorang untuk mengambil tindakan untuk mencapai tujuan tertentu  dimana hasil dari tindakan tersebut masih belum pasti dan biasanya diiringi dengan kemungkinan penderitaan kerugian. Meningkat nyala yanan fintech baru yang beragam berarti juga telah menghadirkan berbagai resiko dan tantangan baru yang perlu untuk diatasi denganbaik. Sama seperti insitusi keuangan besar lainnya, start-ups fintech juga terekspose oleh berbagai macam resiko. Resiko ini melibuti area yang penting dan beragam, seperti penipuan, perlindungan konsumen, stabilitas keuangan, keamanan cyber dan informasi, keamanan dan privasi, dan lain-lain.

Berdasarkan penjelasan di atas, literasi keuangan dan toleransi resiko yang dimiliki oleh seseorang berperan penting dan mempengaruhi sikap mereka dalam menggunakan layanan keuangan yang tersedia, termasuk yang ditawarkan oleh start-up fintech. Untuk mengkaji hal ini lebih dalamlagi, melaluri skim pendanaan riset kolaborasi FEUA, timdari Fakultas Ekonomi Universitas Andalas yang diketuai oleh Dr. Aries Tanno, S.E., M.Si. Ak. CA dan dibantu oleh Verni Juita, M.Com (Adv), AK dan Besti Novianda SE.,MSEMelakukan riset kolaborasi dengan Deni Friawan, SE, MA., peneliti dari Departemen Ekonomi CSIS, Jakarta.

Studi kolaborasi tersebut bertujuan untuk meneliti hubungan antara tingkat literasi keuangan dan toleransi resiko dengan perilaku penggunaan fintech di kalangan mahasiswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, para peneliti melakukan survey online dengan menggunakan google form yang ditujukan kepada sekitar 495 orang mahasiswa dari 4 universitas negeri yang berlokasi di kota Padang, yaitu Universitas Andalas, Politeknik Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, dan Universitas Negeri Padang.

Terdapat bebera patemuan yang menarik dari hasil penelitian ini. Pertama, walaupun secara umum tingkat literasi keuangan dikalangan para mahasiswa yang diteliticukupbaik, tingkatpengetahuankeuanganmerekamasihcukuprendah. Kedua, walaupuntidakadaperbedaan yang signifikan dalam keseluruhan tingkat literasi keuangan antara mahasiswa yang berasaldari program ekonomi dan bisnis denganmereka yang berasaldari program non-ekonomi dan bisnis, terdapat perbedaan yang besar dalam haltingkat pengetahuankeuanganantarkelompoktersebut. Ketiga, tingkattoleransimahasiswa yang diteliti secara umum juga cukup moderat dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua kelompok mahasiswa dengan latar belakang program studi yang berbeda. Keempat, layanan pembayaran digital merupakan salah satu layanan yang paling sering digunakan oleh para mahasiswa dan hal tersebut mengindikasikan bahwa mereka cenderung untuk lebih menggunakan jenis layanan fintech yang lebih rendah resikonya. Kelima,hasil estimasi SEM-PLS menunjukkan bahwa diantara karakteristik demografi yang digunakanhan
ya gender yang secara signifikan berpengaruh pada tingkat literasi keuangan, dimana laki-laki cenderung lebih toleran terhadap resiko dibandingkan perempuan.

Dengan hasil studi yang ada, timpeneliti berharap akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan literature pada topik Finteh dan literasi keuangan. Selainitu juga diharapkan untuk dapat menberikan ide dan manfaat bagi peneliti-peneliti lain yang ingin membahas topik ini di masa datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here