PadangTIME.com-Meski masih berada di tengah pandemi Covid-19 dan banyaknya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di seluruh dunia, Alibaba Group perusahaan teknologi asal China justru bersiap melakukan ekspansi bisnis termasuk cloud dan akan merekrut sekitar 100.000 karyawan.
Tak hanya melakukan ekspansi dan rekrutmen besar-besaran, Alibaba juga mengalokasikan dana sebesar USD282 miliar untuk pinjaman UMKM di saat banyak bisnis mengalami masalah arus kas (cash flow).
Aksi korporasi yang dilakukan Alibaba nyatanya juga diikuti Tencent dan JD.com dengan menawarkan hal serupa namun dengan nilai yang lebih kecil.
“Itu strategi klasik gangster: Saat pasar turun, perusahaan berekspansi besar-besaran, dan saat pasar kembali normal, dia menguasai pasar seluruhnya. Saya belum pernah melihat perusahaan lain melakukannya dalam skala yang sebesar itu,” kata ungkap Jeff Towson Profesor Bisnis di Peking University, seperti dilansir Reuters, pada Jumat (29/5/2020).
Ditambahkan Jeff, bisnis Alibaba diperkirakan akan semakin besar dan menekan perusahaan yang lebih kecil. Pada kuartal I-2020, pendapatan Alibaba nyatanya tumbuh 21 persen dibanding periode yang sama pada 2019.
 Pertumbuhan e-commerce sebenarnya melambat secara keseluruhan, dengan perusahaan membukukan kerugian USD1,09 miliar pada nilai investasi luar di kuartal terakhir 2019 akibat pandemi Covid-19.
  Jumat (29/5/2020) waktu setempat, Alibaba melaporkan peningkatan sebanyak 21% dalam pendapatan kuartalan dan 19% dalam penjualan perdagangan inti. Para eksekutifnya memperkirakan pada Februari bahwa virus tersebut akan menyebabkan penjualan turun. (PT)
Balang

LEAVE A REPLY