Sentuhan “Mirecal” pada Pembelajarandi Era Industri 4.0

2446
oleh  : Dr. Ayu Lusiyana, M.Pd
PadangTIME.com- Perubahan dunia yang hingga saat ini terus bergulir sampai pada tahap era industri 4.0 membawa dampak pada seluruh aspek tak terkecuali dunia pendidikan. Pendidika di era 4.0 menuntut seseorang untuk memiliki keterampilan yang jauh  berbeda dan jauh lebih beragam dibanding zaman sebelumnya Pemerintah melalui Ditjen Belmawa menawarkan solusi untuk menghadapi perubahan pembelajaran di pendidikan tinggi pada era industri 4.0 dengan reorientasi kurikulum GEN-RI (General Education + Kompetensi Revolusi Industri 4.0).
Kebijakan ini dilakukan dengan mengembangkan dan mengajarkan literasi digital pada perkuliahan, serta mengembangkan kepemimpinan dan kerjasama tim melaluikegiatanekstrakurikuler. Untuk mematuhikebijakantersebut, makaperludibuatsebuah model pembelajaran yang mengajarkan literasi digital pada perkuliahan.
Di era digital ini kehidupan  sehari-hari  manusia  menjadi   sangat   bergantung pada teknologi dan menggunakan basis data dalam   jumlah yang takterbatas, maka  perkuliahan  apapun  harus  dapat   melatihkan   mahasiswa   untuk   menguasi   teknologi dan data tersebut. Baru-baru  ini   telah  dikembangkan model pembelajaran yang bertujuan  untuk   menyiapkan   mahasiswa   bekal  keterampilan literasi digital  sesuai  kebijakan pemerintah Indonesia. Literasi digital yang terdiridari literasi teknologi, literasi data dan literasi manusia   itu   dilatihkan  dalam  sebuah model pembelajaran bernama
MIRECAL yang diterapkan pada bidang Fisika sebagai bekal keterampilan  kepada  mahasiswa  dalam   menghadapi era industri 4.0. Artikel  ini   akan  menjelaskan  tentang  apa   itu  MIRECAL dan bagaimana   ia  bisa   menjadi   pilihan model pembelajaran  fisika  untuk   meningkatkan literasi digital di era industri 4.0.
MIRECAL merupakan hasil pengembangan model pembelajaran  terbaru yang berbasis multi-representasi dan problem-solving. Multi-representasiartinya bentuk  pembelajaran  dengan  mengintegrasikan   informasi   dari  berbagaire   presentasi  seperti diagram, tabel, persamaan, teks, grafik, animasi, suara dan video. Penggunaan multi-representasidalam proses
Pembelajaran fisika sering dikaitkan dengan pendekatan pembelajaran pemodelan untuk memahamkan persamaan atau rumus, yang menekankan pengembangan pemahaman konseptual yang baik melalui representasi diagram dan grafis sebelum beralih kepemahaman aljabar (maknapersamaan) dari pemecahan masalah persamaan itu sendiri.
Penggunaan berbagai objek untuk pemodelan sebuah konsep dalam multi-representasi pada pembelajaran fisika akan mendukung konstruksi pemahaman yang lebih dalam ketika para mahasiswa mampu mengintegrasikan informasi dari berbagai representasi persamaan. Pemodelan terhadap representasi persamaan dalam perkembangan teknologi pembelajaran dalam praktiknya tidak hanya menyajikan grafik, gambar, dan diagram yang diam/tidak interaktif namun juga menjelma dalam bentuk yang lebih interaktif yaitu melalui simulasi berupa gambar, grafik, diagram, dan tabulasi data yang lebih  dapat memahamkan mahasiswa terkait dengan makna fisis dari sebuah persamaan.
Problem-solving merupakan kemampuan memahami masalah untuk menemukan solusidengan proses yang melibatkan pemerolehan dan pengorganisasi aninformasi. Polya, peneliti pencetus model pembelajaran problem-based learning, menjelaskan bahwa problem solving dilakukan dengan cara memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi kegiatan pemecahan masalah. Langkah-langkah inilah yang menjadi dasar pengembangan tahap-tahap pembelajaran pada model MIRECAL agar disesuaikan dengan target peningkatan keterampilan literasi digital.
Pembelajaran MIRECAL terdiri dari 5 tahap yakni visualisasi masalah, identifikasi dan formulasi, elaborasi, solusi, sertadiskusi dan evaluasi. Tahap pertama adalah visualisasi masalah, merupakan kegiatan  pemberian  masalah  kepada  mahasiswa  dalam  bentuk  visualisasi  berupa  tayangan video.
Penggunaan sumber  belajar video bertujuan   untuk   menstimulasi keterampilan literasi teknologi dan literasi data pada aspek pengetahuan, aspek pemahaman informasi dan aspek pembacaan visualisasi yang sangat dibutuhkan di era 4.0 ini. Multi-representasi yang terlibat berupateks, tabel, video dan besaranfisis.Tahap kedua adalah identifikasi dan formulasi. Setelah mahasiswa diberikan masalah, selanjutnya mahasiswa diarahkan untuk memecahkan masalah tersebut dengan bimbingan taklangsung yang diberikan dalam bentuk modul.
Literasi digital yang distimulus pada tahap kedua ini lebih difokuskan pada pengasahan keterampilan literasi data dan literasi manusia melalui skema diskusi kelompok dalam mengisi LKM pada aspek membaca grafik dan visualisasi, aspek mengevaluasi dampak data, aspek kolaborasi dan komunikasi. Multi-representasi yang terlibat berupateks, tabel, grafik, gambar, dan persamaan matematis.
Tahap ketiga adalah elaborasi, dimana mahasiswa diarahkan untuk menerapkan konsep yang dimilikinya pada situasi berbeda yang menunjang pemecahan masalah melalui pemanfaatan teknologi. Pengembangan tahap ini sangat berkaitan erat dengan tujuan untuk menstimulasi keterampilan literasi teknologi dan literasi manusia.
Tahap elaborasi merupakan novelty atau kebaruan dari langkah-langkah pembelajaran problem-based learning yang pernah dikembangkan oleh peneliti-peneliti terdahulu.Multi-representasi yang terlibat berupa video, simulasi, grafik, gambar, tabel, persamaan matematis, kinestetik, analogis, dan eksperimental.
Tahap keempat adalah  solusi, dimana mahasiswa menarik kesimpulan dari pengolahan data yang didapat pada tahap sebelumnya menjadi solusi.Keterampilan literasi digital yang dapat dibangun dan diamati pada tahap in iadalah literasi teknologi, literasi data dan literasi manusia. Multi-representasi yang terlibatberupateks, tabel, grafik, gambar, persamaan matematis dan simbolik.Tahap terakhir pada model MIRECAL adalah diskusi dan evaluasi.
Pada tahap ini mahasiswa berdiskusi menampilkan masalah dan solusi yang mereka kerjakan. Keterampilan literasi digital yang dapat distimulus pada tahap terakhir ini adalah keterampilan literasi data pada aspek mengkritisi sumber, akurasi dan metode data, aspek mengevaluasi dampak data dan keterampilan literasi manusia pada aspek komunikasi. Multi-representasi yang terlibat pada tahapiniberupa verbal dan teks.  Model pembelajaran MIRECAL dikembangkan berdasarkan kurikulum yang relevan dan dari rasional teoritik yang kuat. Perangkat yang dibutuhkan dalam menggunakan model
MIRECAL berupabuku model, perangkat ajar dan modul. Buku model memuatstruktur,spesifikasiserta petunjuk pelaksanaan model MIRECAL. Perangkat ajar yang diperuntukkan bagi dosen terdiriatas RPS, SAP, bahan ajar, pedoman penggunaan aplikasi, penugasan dan instrumenasesmen. Modul yang digunakan bagi mahasiswa memuatmateri ajar, LKM, tesformatif, pedoman penggunaan aplikasi, dan kuncijawab antes,
Model MIRECAL yang dihasilkan telah terbukti mudah digunakan dalam pembelajaran, banyak memberi manfaat dan dapat terlaksana dengan baik secara keseluruhan. Jika dibandingkanterhadap model pembelajaran sejenis yakni model video-based learning (VBL)dalam mencapai keterampilan literasi digital, maka model MIRECAL lebih baik dari pada model VBL.
Adanya tahap elaborasi pada MIRECAL yang tidak ada pada model VBL memaksa mahasiswa menggunakan teknologi selama belajar. Mahasiswa terkadang menjumpai masalah dalam kegiatan perekaman video, transfer video, penyimpanan video, atau penganalisisan video menggunakan aplikasi Tracker dan mereka harus menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini meyakinkan pendapat bahwa kegiatan menganalisis video menggunakan aplikasi Tracker dapat membantu mahasiswa menerapkan teknologi digital untuk menguasaifisika dan juga melatih keterampilan multire  presentasi dalam konteks fisika.Optimalnya kegiatan mahasiswa berkolaborasi dalam mengumpulkan informasi, mengidentifikasi besaran fisika, dan merumuskan formula yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan di tahap identifikasi dan formulasi pada model MIRECAL yang tidak ada pada model VBL menjadikan keterampilan literasi data mereka dapat terasah dengan baik. Pada tahap solusi mahasiswa juga berkolaborasi mengolah data, menganalisis dan menginterpretasikan data menggunakan Excel sehingga meningkatkan kemampuan literasi data mereka.
Dengan telah dihasilkannya sebuahterobosan baru di bidang pendidikan berupa model pembelajaran yang lahir dari buah pemikiran dan melalui serangkaian proses ilmiah yang kompleks, maka diharapkan karya ini dapat bermanfaat secaraluas oleh segenap civitas akademika yang menginginkan peningkatkan keterampilan dan kualitas diri. Ekspektasi yang besar telah ditopangkan kepada pembaca sekalian agar manifestasi model MIRECAL dalam rupa buku model, perangkat ajar dan modul ini dapat terseba rluas dan digunakan dalam pembelajaran di kelas.
Artikel ditulis berdasarkan disertasi untuk penyelesaian studi S3 pada prodiIlmu Pendidikan Pascasarjana UNP yang dipromotori oleh Prof. Dr. Festiyed, MS., dan Dr. Yulkifli, M.Si. Sebagian hasil penelitianini juga telahditerbitkan pada jurnal internasional bereputasi. (01)
Balang

LEAVE A REPLY