Sekda Pesisir Selatan, Mawardi Roska Resmikan Mushalla SDIT Al Qudwah Nagari Surantiah

0
1228
PadangTIME.com – Mushalla SDIT Al Qudwah yang terdapat di Kampung Pasar Surantiah, Nagari Surantiah, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Mawardi Roska, Jumat (15/10).
Peresmian mushalla yang berada dilingkungan SDIT Al Qudwah itu, juga dihadiri Camat Sutera, Loli Novita, Kepala KUA Sutera, Toni Nasrianto, Ketua Yayasan SDIT Al Qudwah, Paimin, Kepala Sekolah SDIT, Dilla Desfita Wahyuni, Wali Nagari, Amsuardi, alim ulama, dan  tokoh masyarakat.
Kepala SDIT AL Qudwah, Dilla Desfita Wahyuni, saat peresmian musholla tersebut menyampaikan bahwa sekolah itu sekarang telah memiliki tujuh rombongan belajar (rombel) mulai dari kelas 1 sampai kelas 5 dengan jumlah siswa sebanyak 127 orang.Terdiri dari kelas 1 hingga kelas 3 masing-masing 1 lokal, dan kelas 4 hingga kelas 5 masing-masing 2 lokal pula.
“Sekolah yang sudah memiliki mushalla yang akan diresmikan hari ini, masih mengalami kekurangan ruang belajar. Kami berharap mudah-mudahan kehadiran bapak Sekda pada peresmian hari ini akan memberikan kemajuan terhadap sekolah ini kedepan, termasuk dalam membatu kekurangan ruang belajar sebagaimana saat ini,” harapnya.
Ketua Yayasan Al Qudwah, Paimin, dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa pembangunan mushalla dengan ukuran 8×12 meter ini, berawal dari tidak adanya tempat shalat saat hujan di malam hari.
“Kami merasa kucar kacir mencari tempat shalat. Dalam kondisi itu ada seorang donatur yang tidak mau menyebutkan namanya dan juga tidak boleh tau siapa orangnya, menyampaikan akan membangun  mushalla,” katanya.
Setelah beberapa pekan, pembangunan pun sudah dimulai oleh hamba Allah yang tidak mau disebutkan namanya itu hingga selesai.
“Ini merupakan karunia dari Allah SWT, sebab apa yang menjadi harapan dan impian pengurus yayasan bersama santri dan masyarakat bisa terjawab. Sebab saat pembangunan berlangsung, tidak satu rupiah pun pengurus yayasan mengeluarkan dana, bahkan untuk sekedar membeli nasi dan gula pun juga tidak ada,” ucapnya.
Ketua Komite SDIT Al Qudwah, Dalisman, dalam kesempatan itu juga berharap untuk kelancaran mobilisasi siswa ke sekolah itu, agar pemerintah membangun jalan sekitar 1 kilometer.
“Ini saya harapkan agar para santri merasa nyaman saat datang ke sekolah. Sebab saat ini masih ada sekitar 1 kilometer jalan yang belum di aspal,” harapnya.
Melalui peningkatan sarana jalan itu, maka sekolah itu akan bisa setara dengan sekolah lainnya di Kecamatan Sutera.
“Sebab minat masyarakat untuk memasukkan anaknya sekolah di sini sangat tinggi. Kalau penerimaan tidak dibatasi karena masih terbatasnya sarana, maka jumlah santri yang berminat akan jauh Lebih banyak dari yang saat ini yang baru sebanyak 127 orang ini,” ucapnya.
Camat Sutera, Loli Novita, dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa dari pihak kecamatan dia merasa terharu terhadap semua pihak yang telah membantu berdirinya SDIT, dan juga donatur yang sudah membangun satu buah mushalla.
“Mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah, dan menjadi motivasi bagi yang lain. Kehadiran mushalla ini hendaknya benar-benar bermanfaat, serta juga  dimakmurkan,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa melalui peresmian ini, maka jumlah mushalla di kecamatan Sutera menjadi 84 unit.
“Saya berharap mushalla ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum, bukan oleh santri saja,” harapnya.
Terkait usulan pembangunan jalan, dia juga meminta untuk bisa dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan melalui Musrenbang nagari.
Sekda Pesisir Selatan, Mawardi Roska, saat peresmian itu menyampaikan bahwa secara pribadi merasa terharu terhadap informasi dan keterangan yang disampaikan oleh ketua yayasan, kepala sekolah, dan ketua komite terkait sejarah berdirinya sekolah dan mushalla yang diresmikan itu.
“Saya merasa terharu karena kehadiran sekolah yang berasal dari kepedulian masyarakat dan para donatur yang tidak boleh diketahui identitasnya ini, bisa melahirkan hafidz Qur’an di nagari ini,” ucapannya.
Dia juga mengajak mari secara bersama-sama menyatukan kekuatan untuk membangun bidang keagamaan.
“Ini sudah dibuktikan, sebab dalam rentang 1 tahun, bangunan sekolah bisa berdiri sebanyak 7 lokal, berikut juga mushalla di SDIT Al Qudwah. Sekolah ini pun juga sudah memiliki 127 santri,” ucapnya.
Dia juga mengatakan bahwa ukuran kesuksesan santri dalam belajar, bukan dilihat dari mewahnya bangunan.
“Tapi kesuksesan itu bisa tercapai bila  tempat mereka menuntut ilmu itu dibangun dengan kesucian dan keikhlasan. Dan itu sudah dibuktikan oleh santri Al Qudwah saat menggemakan surat An-Naba yang memiliki 40 ayat pada serimoni pembukaan tadi,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan kepada masyarakat lingkungan juga bisa memanfaatkan mushalla itu sebagai tempat beribadah dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Harapan itu disampaikan agar kehadiran Mushalla Al Qudwah juga  bisa meningkatkan ketakwaan dan keimanan masyarakat sekitar.
“Saya berharap keberadaan mushalla  yang baru diresmikan ini juga  akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, disamping santri itu sendiri,” harapnya.
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here