Saham Alibaba Naik 10%, Jack Ma Akhirnya Muncul Pasca Mengkritik Otoritas Keuangan China

0
1246
PadangTIME.com – Setelah sempat menghilang hampir tiga bulan pasca mengkritik Otoritas Keuangan China, Pendiri Alibaba Group, Jack Ma, akhirnya muncul di depan umum secara virtual saat bertemu 100 guru pedesaan di China melalui panggilan video.
Sebelumnya, Jack Ma yang memiliki kekayaan bersihnya hingga USD60,7 miliar dikabarkan hilang dan disebut berada di bawah pengawasan pemerintah China. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Ma menghilang.
Kembalinya Jack Ma meredakan kekhawatiran masyarakat dan berpengaruh positif bagi saham Alibaba.
Dilansir Reuters, Rabu (20/1/2021), Jack Ma diketahui tidak muncul di depan umum sejak 24 Oktober, ketika dia mengecam sistem regulasi China dalam pidatonya di forum Shanghai.
Itu membuatnya berada di jalur yang bertentangan dengan para pejabat dan menyebabkan penangguhan IPO blockbuster Grup Ant senilai USD37 miliar untuk afiliasi keuangan Alibaba.
Diketahui, saham Alibaba yang terdaftar di Hong Kong melonjak lebih dari 10% karena berita tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Tianmu News, online media yang didukung oleh pemerintah Zhejiang, provinsi tempat markas Alibaba berada.
“Kemunculan kembali Jack Ma telah memberikan ketenangan pikiran bagi investor setelah banyak rumor, memungkinkan mereka untuk menumpuk di saham yang sempat lesu di pasar,” kata Direktur Penjualan di pialang UOB Kay Hian, Hong Kong, Steven Leung.
Topik “Jack Ma tampil pertama kali di depan umum” dan video pidatonya kepada para guru saat ini menjadi trending di aplikasi Weibo di China. Meskipun Ma telah mengundurkan diri dari berbagai posisi di perusahaan, Ia tetap memiliki pengaruh signifikan atas Alibaba dan Ant Group dengan mempromosikannya secara global di acara bisnis dan politik serta membimbing bakat manajemen di “Alibaba Partnership” yang merupakan grup manajer perusahaan berjumlah 35 orang anggota.
China telah meningkatkan tindakan keras regulasi terhadap perilaku antikompetitif di sektor internet dan Alibaba menjadi target investigasi antitrust yang diluncurkan Pemerintah China. Sekadar diketahui, saat ini Perusahaan berencana mengumpulkan sedikitnya USD5 miliar melalui penjualan obligasi dalam mata uang Dolar AS bulan ini. (nz)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here