Padang TIME.com-Banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jabodetabek berdampak besar bagi perekonomian. Sejak banjir pada Rabu (1/1/2020) hingga hari ini, kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp10 trililun.“Berbeda dengan 2007, kali ini banjir diperkirakan mencapai Rp10 triliun lebih,” kata Bhima .

Dikatakan Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara, bencana banjir kali ini diperkirakan mengakibatkan kerugian lebih besar daripada banjir pada 2007.

Selain itu, kata Bhima, banjir juga mengakibatkan terhambatnya kegiatan pasar. Produksi barang tidak berjalan dengan optimal terutama di daerah industri yang terkena banjir, seperti di Cakung dan Pulo Gadung.

Menurutnya, Pemda DKI harus segera mengambil langkah pasti agar kerugian akibat banjir tidak semakin bertambah banyak. Pasalnya, Jakarta menjadi daerah dengan kerugian terbesar karena merupakan pusat perekonomian Indonesia.

Sementara itu, dampak dari banjir juga mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur hingga sarana dan prasarana. Namun, sektor perumahan mengalami kerugian paling besar dari bencana ini.

“Kerusakan utama di sektor perumahan. Kerusakan lain juga seperti transportasi, fasilitas, asset milik pemerintah hingga infrasytruktur,” ungkapnya.

Balang

LEAVE A REPLY