Ratusan Siswa SMA 5 Padang Minta  ke DPRD Sumbar Agar Kepsek Letakan Jabatan

545
Ketua Komisi V  DPRD Sumbar Hidayat menerima ratusan siswa SMA 5 Padang menyampaikan aspirasinya. (tis)

PadangTIME.com Ratusan siswa SMA 5 Padang dengan salah seorang gurunya melanjutkan aksi penyampaian aspirasi ke DPRD Sumbar, Selasa (12/3). Mereka diterima Ketua Komisi V DPRD, Hidayat dan beberapa orang anggota DPRD dan Sekwan DPRD Sumatera Barat lainnya.

Inti penyampaian aspirasi mereka tetap meminta DPRD Sumbar sebagai wakil rakyat menjembatani dengan Dinas Pendidikan Sumbar untuk mengganti Kepala SMA 5 yang dijabat Yenni Putri.

Bahkan, salah seorang guru seni SMA 5 Padang, Elidarti yang hadir saat itu juga mengaku diancam oleh suami kepala sekolah tersebut. Semuanya diceritakan ke anggota DPRD Sumbar yang menerima mereka.

Salah seorang perwakilan siswa, Fidry Nugraha membacakan poin demi poin alasan siswa melakukan demo dan meminta Yenni Putri turun dari kepala sekolah.

Hidayat menanggapi dengan baik aspirasi para siswa dan guru tersebut. Dia mengatakan, aspirasi yang disampaikan siswa secara baik, terstruktur dan jelas isinya. Namun, selaku perwakilan rakyat dan lembaga legislatif tentu harus ada mekanisme yang akan harus dilalui.

Ketua Komisi V DPRD Sumbar Hidayat mengatakan, pihaknya berjanji akan menuntaskan ‘gejolak’ yang sedang terjadi di tubuh SMAN 5 Padang.

DPRD mengapresiasi aspirasi yang disampaikan siswa SMAN 5 Padang. Tuntutan itu akan kami tindaklanjuti bersama Dinas Pendidikan Sumbar,” kata Hidayat kepada ratusan siswa.

Menurut Hidayat, saat ini, Dinas Pendidikan Sumbar telah membentuk tim pencari fakta atas tuntutan yang dilayangkan siswa SMAN 5 Padang. Pihaknya juga berjanji akan mengundang Dinas Pendidikan Sumbar dan Kepsek terkait ke DPRD Sumbar.

“Nanti, tim pencari fakta akan turun ke sekolah untuk melakukan investigasi. Kami juga tidak ingin siswa mogok belajar (lagi),” tegasnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar SMAN 5 Padang menggelar aksi mogok belajar. Mereka menuntut Kepsek sekolah tersebut segera mundur dari jabatannya. Aksi demontrasi tak biasa itu terjadi usai pelaksanaan Upacara Bendera, sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (11/3).

Menurut siswa, aksi tersebut adalah bentuk protes atas kelakukan Kepsek yang dianggap telah merusak citra sekolah. Bahkan, seluruh siswa kompak meminta Kepsek SMAN 5 Padang Yenni Putri segera mundur.

“Banyak persoalannya. Mulai dari penggunaan dana ekstrakulikuler yang tidak jelas, sampai tindakan Kepsek yang hanya pencitraan saja,” ujar salah seorang siswa, Bikran Nugraha.

“Pada Kamis (14/3) mendatang kami DPRD akan memanggil kepala sekolah Yenni Putri dan Dinas Pendidikan Sumbar untuk mendengarkan informasi pembanding. Berdasarkan dari itulah nantinya akan diambil keputusan seperti apa nantinya,”ujar Hidayat. (TIS)

Balang

LEAVE A REPLY