Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Pesisir Selatan Tiadakan Pasar Pabukoan

2081
Padang TIME.com- Guna memaksimalkan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, juga melakukan peniadaan pasar Ramadan di daerah itu.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Pesisir Selatan, Azral, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Hendro Kurniawan, mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Jumat (24/4) bahwa saat ini merupakan untuk pertama kalinya pemerintah daerah melakukan peniadaan atau penutupan pasar pabukoan di daerah itu.
“Kita melihat perkembangan penyebaran virus corona (Covid-19) yang masih terus mengalami penambahan secara nasional, bahkan dunia. Dari itu kami dari pihak terkait berharap agar mendapat dukungan dari masyarakat melalui kebijakan peniadaan pasar Ramadan ini,” katanya.
Disampaikannya bahwa kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab Pesisir Selatan itu merupakan sebagai tindak lanjut dari Maklumat Kapolri, disamping juga edaran yang dikeluarkan oleh Sekretaris daerah (Sekda) Pesisir Selatan nomor: 516/297/DKUP.2/IV/2020 tanggal 18 April 2020,  tentang pembatasan layanan konsumen pada tempat usaha kuliner, warung kopi dan asaha warnet, dalam dalam rangka pencegahan penularan virus corona Covid-19.
“Peniadaan pasar pabukoan ini, juga sudah dilakukan pengkajian bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pesisir Selatan. Sehingga segala sesuatu yang terjadi di lapangan, tetap akan kita konsultasikan kepada tim tersebut, serta berbagai pihak terkait lainya .Sebab pasar pabukoan identik dengan keramaian. Orang-orang akan berduyun-duyun datang tanpa terkendali. Hal ini akan mengkuatirkan bisa mengakibatkan penyebaran virus corona,” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa dengan kondisi saat ini sebaiknya masyarakat pedagang juga jeli dalam membaca situasi.
“Sebab belum tentu masyarakat akan datang membeli, walau pasar pabukoan dibuka. Karena mereka akan kuatir bisa tertular oleh virus corona yang berasal dari pembeli lainya di pasar pabukoan. Dalam hal ini, pemerintah juga tidak mau mengambil resiko,” jelas Hendro lagi.
Beranjak dari kondisi itu, sehingga dia menyarankan agar masyarakat dan pedagang bisa mencari solusi lain jika masih tetap ingin berdagang.
“Misalnya melalui online, atau memilih berjualan di tempat tinggal masing-masing dengan tetap mengatur jarak (physical distancing), serta memakai masker. Sebab dengan berjualan di rumah itu, akan membuat masyarakat tidak terkonsentrasi pada satu lokasi,” tutupnya. (PT)
Balang

LEAVE A REPLY