Info Terbaru

Prosesi ‘Maambiak Tanah’ Menandai Awal Tabuik Piaman 2024

PADANGTIME.COM | Bersamaan dengan 1 Muharam 1446 Hijriyah, Pesona Budaya Tabuik Piaman 2024 dimulai dengan upacara “Maambiak Tanah”, yang menandai awal dari perayaan budaya Tabuik di Kota Pariaman.
“Maambiak Tanah” dilakukan di dua lokasi berbeda; untuk Tabuik Subarang, prosesinya dilaksanakan di sungai Batang Piaman, Desa Pauh Timur, sementara Tabuik Pasa melaksanakan prosesi ini di sungai kecil, Kelurahan Alai Galombang, Kecamatan
Pariaman Tengah.
Proses “Maambiak Tanah” melibatkan penyelaman untuk mengambil tanah dari dasar sungai, yang kemudian dimasukkan ke dalam belangga dan dibungkus dengan kain putih, sebelum akhirnya diletakkan di dalam baki yang disiapkan.
Tanah yang sudah diletakkan di dalam baki, kemudian diarak menuju rumah tabuik masing-masing dengan diiringi obor atau lentera yang dibawa oleh anak Tabuik, untuk diletakkan di Daraga yang telah disiapkan di setiap rumah tabuik.
Prosesi “Maambiak Tanah” ini melambangkan asal usul manusia dari tanah dan kembali ke tanah, dengan tanah yang diambil melambangkan kesucian manusia.
Ketua Tabuik Pasa, Indra Jaya, menjelaskan bahwa rangkaian acara Tabuik dimulai pada hari ini, Minggu, 1 Juli 2024, dengan prosesi “Maambiak Tanah”, yang akan berakhir pada tanggal 21 Juli 2024 dengan puncak acara Tabuik Naik Pangkek, Hoyak Tabuik, dan pembuangan Tabuik ke laut, dalam rentang waktu 1 Muharram hingga 15 Muharram 1446 H.
“Sore ini, dimulailah Pesona Tabuik Budaya Piaman 2024 dengan prosesi pertama ‘Maambiak Tanah’, yang melibatkan kedua anak nagari, Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang, bertepatan dengan 1 Muharram 1446 Hijriah,” ujarnya dalam keterangan kepada Tim Media Center Dinas Kominfo Kota Pariaman, Minggu sore (7/7/2024).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prosesi “Maambiak Tanah” memiliki makna simbolis dalam pengambilan tanah yang mirip dengan pengambilan jasad Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang syahid di Padang Karbala.
Sebelum prosesi dimulai, dilakukan doa yang dipimpin oleh tua tabuik masing-masing, serta penjelasan dari Dinas Parbud Kota Pariaman mengenai tujuan dan makna dari prosesi “Maambiak Tanah” kepada pengunjung dan masyarakat yang memadati kedua tempat tersebut.
Selama prosesi, akan terdengar gandang tasa dan tambua yang dimainkan oleh anak nagari, yang saling menjawab tanpa henti, membakar semangat bagi anak nagari, pengunjung, dan masyarakat yang mengikuti prosesi “Maambiak Tanah” ini.
Untuk mengamankan prosesi pertama dari Pesona Tabuik Budaya Piaman ini, Pemerintah Kota Pariaman bekerja sama dengan Polres Pariaman, serta mengerahkan personel Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Perhubungan, guna memastikan acara tahunan Tabuik Piaman berjalan dengan aman dan lancar. (*)
-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Populer