Padang TIME | Divhunter Mabes Polri menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kemenkeu terkait pemanfaatan jaringan Interpol. Mabes Polri serta Ditjen Bea dan Cukai akan bekerjasama mengawasi barang-barang yang masuk ke Indonesia.

“Bahwa penanggulangan atas masalah-masalah keamanan, baik itu keamanan yang dalam negeri maupun keamanan karena faktor kejahatan yang mengancam negara kita tidak bisa dipungkiri ada juga yang datang dari luar dan ada juga yang melewati lintas batas negara,” kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti di kantor Ditjen Bea-Cukai, Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Khrisna menyampaikan,
Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Divhubinter Polri dengan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI tentang Pemanfaatan Sistem dan Jaringan INTERPOL I-24/7 Guna Pengawasan Lalu Lintas Barang Dalam Rangka Penanggulangan Kejahatan Transnasional.
Dia mengatakan, penanganan hal tersebut tak dapat dilakukan satu institusi karena ada banyak unsur yang mempunyai kewenangan. Khrisna mengatakan, kerja sama serupa dilakukan Polri dengan institusi lain.
“Dengan sistem yang dikerjasamakan ini akan ada satu sistem click and enter antara Interpol dengan Polri, khususnya Bea-Cukai, dalam rangka menghadapi masalah lintas batas. Khususnya lintas batas barang,” sambung dia.
Sementara itu, Dirjen Bea-Cukai, Askolani, menyebut perjanjian kerja sama tersebut akan mempermudah pihaknya untuk melakukan monitoring. Askolani mengatakan, pihaknya juga akan mengavaluasi hasil dari monitoring tersebut.
“Tentunya langkah nyata yang kami lakukan sudah kami lakukan. Tetapi dengan perjanjian kerja sama ini akan membuat sistem sehingga semua bisa melaksanakan. Tentunya bisa mempermudah memonitor dan mengevaluasi yang sudah kami bangun pada hari ini,” katanya.  (pt)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini