Home Hukum dan Kriminal Polisi Ungkap Kasus Oknum Kepsek Diduga Cabul

Polisi Ungkap Kasus Oknum Kepsek Diduga Cabul

0
PadangTIME.com | Unit PPA Satreskrim Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pencabulan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh oknum PNS sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) di wilayah Kecamatan Kutasari, Kabupaten PurbaIingga, Jawa Tengah.
Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan dalam konferensi pers, Rabu (24/8/2022) mengatakan terduga pelaku pencabulan berinisial TN (51) pekerjaan PNS dari salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Kutasari, Kabupaten PurbaIingga. Sedangkan korbannya berinisial FH (14) seorang anak jenis kelamin laki-laki.
“Modusnya  pelaku melakukan bujuk rayu korban dengan memberikan iming-iming berupa uang dan diajak jalan-jalan,” jelas Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Pujiono, Kasi Humas Iptu Edi Rasio dan Kanit PPA Satreskrim Aiptu Hesti.
Untuk TKP, menurut Kapolres berada di salah satu rumah wilayah Kecamatan Kutasari milik saudara terduga pelaku. Dari pengakuan terduga pelaku, dirinya pernah menjadi korban pencabulan saat berusia enam tahun.
Disampaikan Kapolres, bahwa pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi dari sekolah korban. Dimana korban yang mengeluh sakit kemudian dilakukan pemeriksaan dan visum. Unit PPA Satreskrim kemudian melakukan pendalaman dan didapati bahwa anak tersebut diduga merupakan korban pencabulan yang mengerucut kepada TN.
“Dari pengakuan terduga pelaku dan korban kejadian tersebut sudah dilakukan selama tiga tahun. Dari pengembangan didapati satu orang korban lain yang saat ini berumur 20 tahun berjenis kelamin laki-laki namun sudah tidak tinggal di Purbalingga,” ungkapnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario warna hitam, 1 (satu) potong celana panjang warna krem, 1 (satu) potong kaos lengan panjang warna hitam, 1 (satu) potong celana dalam warna coklat, 1 (satu) potong celana jeans ¾ warna biru.
Lebih lanjut disampaiakan, tim Kopi Braling (Konseling Psikoterapi Polres Purbalingga) sudah melakukan pendampingan terhadap korban. Kondisi korban saat ini sudah membaik.
“Atas perbuatannya terduga pelaku dikenakan Pasal Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 32 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.
Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga pendidik maka pidananya ditambah 1/3 dari ancaman pidana,” tutupnya.
(pt)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version