ad
PadangTIME.com – Cilacap – Semangat menghijuakan kawasan Pulau Nusakambangan terus dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam RKW Cilacap bekerjasama dengan Kodim 0703 Cilacap.
Seperti yang dilakukan Tim BKSDA Nusakambangan Cilacap bersama Komandan Kodim (Dandim) Cilacap Letkol Inf Andi Afandi, SIP, yang diagendakan menanam pohon Langkap dan Plahlar serta pohon khusus lainnya, yang secara simbolis ditanam di area Benteng Karang Bolong Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (12/2 ).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Pejabat Pasi Ops Kodim Kapten Chb Sutarman, SH beserta anggota, Danramil 01 Cilacap Kapten Inf Saidin beserta Babinsa, Kepala BKSDA RKW Cilacap Dedi Rusyanto beserta anggota, Staf Polisi Hutan Kabupaten Cilacap beserta anggota MPP Nusakambangan.
Perjalanan rombongan dimulai dari Dermaga Sentolo Kawat Cilacap menggunakan 2 unit perahu compreng menuju ke pesisir Pantai Karang Bolong, dilanjutkan perjalanan (jalan kaki) menuju ke area Benteng Karang Bolong.
Dalam kegiatan tersebut Dandim beserta rombongan menyempatkan meninjau obyek bersejarah peninggalan Belanda yaitu Benteng Karang Bolong, dimana ditempat tertinggi bangunan tersebut mereka melaksanakan pengibaran Bendera Merah putih yang dibarengi dengan penghormatan yang dipimpin Dandim dan diikuti oleh semua rombongan lainya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis di area Benteng Karang Bolong oleh Dandim, Danramil dan perwakilan BKSDA RKW Cilacap.
Dalam kesempatan itu, Dandim mengatakan kegiatan penghijauan yang digagas BKSDA di Pulau Nuskambangan secara umum patut diapresiasi, terlebih pohon yang ditanam bukanlah pohon sembarangan, namun pohon khusus yang terbilang langka dan secara endemik hanya tumbuh di Pulau Nusakambangan.
“Dalam Penanaman Pohon kali ini kita menanam Pohon Langkap yang merupakan tanaman langka, yang hanya tumbuh di hutan Nusakambangan dan pohon langkap memiliki 8 jenis, selain itu ada pohon Plahlar yang juga sangat langka dan keberadaanya sangat terbatas di Pulau ini. Rencananya kita akan menanam sebanyak 100 pohon Langkap dan Plahlar di Nusakambangan, ” katanya.
Selain itu, Dandim juga menanggapi terkait situs/cagar budaya peninggalan sejarah sebagai warisan bangsa yang berada di Pulau Nusakambangan secara umum, yang menurutnya perlu dijaga eksistensinya.
“Kita sebagai generasi muda, generasi penerus wajib melestarikan dan menjaga cagar budaya peninggalan nenek moyang bangsa, bangunan atau situs seperti Benteng Karang Bolong ini adalah bagian dari saksi bisu sejarah bangsa yang didalamnya memiliki makna yang dalam. Untuk itu kewajiban kita bersama dalam menjaga dan merawatnya,” ujar Dandim. (pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here