Petani Pesisir Selatan Jadikan Jagung Sebagai Komoditi Unggulan Setelah Padi

941
PadangTIIME.com-Cukup stabilnya harga komoditi jagung di tingkat petani di Kabupaten Pessir Selatan, membuat masyarakat yang melakukan budidaya tanaman jagung di daerah itu semakin bergairah.
Dikatakan demikian, sebab harga jual jagung kering pipilan sudah mencapai Rp 5 ribu per kilogram di tingkat petani di daerah itu.
Buyung Ferdi 35, petani jagung di Kecamatan Sutera mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Rabu (2/7) bahwa saat ini sebagian besar petani sudah menjadikan jagung sebagai komoditi unggulan untuk dibudidayakan di kecamatan itu.
“Beralihnya petani menjadikan jagung sebagai komoditi unggulan setelah padi di Kecamatan Sutera, umumnya Pesisir Selatan, memang dikarenakan harga jualnya sudah cukup stabil. Saat ini harga jual jagung kering sudah mencapai Rp 5 ribu per kilogram. Bahkan juga ada lebih,” katanya.
Disampaikanya bahwa dengan harga Rp 5 ribu per kilogram itu, maka hasil produksi dalam 1 hektare bisa mencapai Rp 35 juta. Karena hasil panen 1 hektare lahan bisa mencapai 7 ton, bahkan bisa lebih.
Dijelaskanya bahwa untuk mendapatkan hasil panen maksimal, petani memang harus menyediakan pupuk jenis urea sebanyak 247 kilogram dengan mengeluarkan biaya Rp 570.400 atau Rp 115.000 per 50 kilogram.
Selanjutnya pupuk jenis NPK sebanyak 270 kilogram dengan mengeluarkan biaya Rp 756.000 atau Rp140.000 per 50 kilogram.
Berdasarkan harga tersebut, maka khusus pupuk saja petani hanya mengeluarkan biaya Rp 1.326.400. Jika ditambah dengan obat-obatan pencegahan hama sekitar Rp 200 ribu, maka petani akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 1,5 juta.
Selanjutnya biaya pemeliharaan dari penanaman hingga panen diperkirakan sebesar Rp 8 juta pula. Berdasarkan jumlah itu, maka biaya yang dikeluarkan telah mencapai Rp 9,5 juta.
Jika harga jual dikurangi ongkos produksi, maka yang tersisa sebesar Rp 25,5 juta.
“Dengan hasil bersih sebesar Rp 25 juta selama tiga bulan itu, maka dapat dikatakan gaji selama 1 bulan yang didapatkan petani, berkisar sekitar Rp 8 juta. Ini jelas cukup menguntungkan, dan bisa dijadikan sebagai andalan untuk perekonomian. Ini hanya untuk lahan 1 hektare, jika lebih, tinggal lagi mengalikanya sesuai dengan luas lahan yang dikembangkan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) Pesisir Selatan, Nusirwan mengatakan Rabu (2/7) bahwa jagung memang sudah menjadi komoditi unggulan oleh masyarakat petani di daerahnya setelah padi. (PT)
Balang

LEAVE A REPLY