Padang TIME.com-Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ganefri, Ph.D. mengukuhkan 4 orang guru besar pada hari ini (6/1) dalam rapat senat terbuka bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang keempat dosen yang dikukuhkan itu adalah Prof. Dr. Kamal Firdaus, M.Kes. dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Prof. Dr. M. Giatman, M.SIE. dosen Fakultas Teknik, Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd. dosen Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd. dosen Fakultas Teknik. Kegiatan pengukuhan 4 orang guru besar ini di hadiri oleh pimpinan, anggota senat, dan dosen Universitas Negeri Padang.

Pada pengukuhan guru besar tersebut, Prof. Dr. Kamal Firdaus, M.Kes. dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peran Fisiologi Olahraga pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga”.

“Apabila kita menginginkan pengetahuan tentang hubungan antara aktivitas jasmani dan kehidupan dapat dipahami, maka cara efektif adalah melalui pendidikan jasmani. Konsep fisiologi olahraga dapat diimplementasikan. Pengabaian ilmu fisiologi olahraga dalam pendidikan jasmani akan menjadi kesalahan besar dari semua insan pendidika,” jelas Prof. Dr. Kamal Firdaus, M.Kes.

Selanjutnya Prof. Dr. M. Giatman, M.SIE. dosen Fakultas Teknik menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Manajemen Proyek dan Tantangannya Menuju Era Revolusi Industri 4.0”.

“Manajemen proyek merupakan salah satu bidang keahlian yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan proyek jasa konstruksi bangunan. Dengan mengembangkan sistem pengelolaan proyek konstruksi melalui implementasi Building Information Modeling terbukti telah mampu memperbaiki efektivitas dan efesiensi kerja konstruksi secara signifikan,” jelas Prof. Dr. M. Giatman, M.SIE.

Selanjutnya Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd. dosen Fakultas Ilmu Pendidikan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Bencana di Sekolah Dasar Provinsi Sumatera Barat”.

“Keberadaan kurikulum muatan lokal berbasis bencana di Sekolah Dasar Sumatera Barat adalah suatu yang krusial dan mendesak diadakan dalam kerangka atau suatu bagian yang integral dari sistem pendidikan nasional. Bencana gempa bumi kemungkinan terjadi tetap ada, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Dengan demikian korban yang ditimbulkan sebagai dampak atau resiko bencana dapat dihindari,” jelas Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd.

Berikutnya Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd. dosen Fakultas Teknik menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Inovasi Asesmen dalam Pendidikan Kejuruan pada Abad 21”.

“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kebijakan untuk menggunakan asesmen HOTS di sekolah juga menjadi prioritas dalam pendidikan. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dilaksanakan di sekolah perlu dilakukan asesmen yang sesuai. Oleh karena alat penilaian untuk pembelajaran HOTS juga menjadi prioritas. HOTS dapat dianalisis dan dinilai melalui berbagai kerangka kerja dan taksonomi pendidikan,” jelas Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd.

Balang

LEAVE A REPLY