Senjata Terbaru, Rusia Berhasil Uji Rudal Hipersonik Zircon

256
PadangTIME.com – Rusia berhasil  uji coba rudal hipersonik Zircon (Tsirkon), yang oleh Presiden Vladimir Putin diklaim tak terkalahkan di dunia.

Media Moskow dalam laporannya sesumbar bahwa misil yang melesat dengan kecepatan 6.000 mph ini bisa membawa hulu ledak nuklir untuk melenyapkan kota-kota di Amerika Serikat (AS) jika Perang Dunia III pecah.

Stasiun televisi pemerintah menggambarkan misil Zircon sebagai “senjata pilihan” Vladimir Putin jika terjadi konflik skala penuh.

Melesat lebih cepat daripada kecepatan suara, misil ini terlalu cepat untuk diintersepsi sistem anti-rudal AS dan Inggris.Media militer Rusia; Zvezdayang dikutip The Sun, Jumat (27/11/2020), menyatakan rudal hipersonik Zircon diluncurkan dari Laut Putih dan berhasil mencapai target tiruan di Laut Barents yang berjarak 280 mil.
Hanya butuh empat menit bagi misil itu untuk mencapai targetnya.Rekaman video yang ditayangkanmedia tersebut pada Kamis menunjukkan misil Zircon ditembakkan dari fregat Admiral Gorshkov di bawah kegelapan.

Peluncuran uji coba rudal sebelumnya dilakukan pada awal Oktober dan dipandang sebagai hadiah ulang tahun ke-68 untuk Putin.

Kebocoran radiasi selama insiden militer yang menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya tahun lalu dilaporkan terkait dengan pengujian rudal jenis tersebut. Menurut laporan media saat itu, tingkat radiasi melonjak 20 kali lipat di atas tingkat normal di Severodvinsk, sebuah kota yang terletak sekitar 18 mil dari lokasi pengujian senjata di Nyonoksa.Rudal hipersonik Zircon dirancang untuk digunakan melawan kapal atau pun target darat, dan mulai diproduksi pada 2021, dan mulai beroperasi pada tahun berikutnya.

Putin pada 2019 berpidato tentang rencana penyebaran rudal hipersonik baru untuk Angkatan Laut Rusia. Dia saat itu mengklaim bahwa senjata tersebut mampu terbang dengan delapan kali dari kecepatan suara—kira-kira 6.138mph—dan akan memiliki jangkauan 620 mil.

“Rudal mematikan itu adalah sistem senjata terbaru yang benar-benar tak tertandingi di dunia, yang memastikan kemampuan pertahanan negara kita,” kata Putin dalam pidatonya waktu itu.

Rudal Zircon telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun dan dianggap sebagai langkah kunci berikutnya bagi persenjataan Putin.

Dmitry Korieov, presenter berita televisi Rusia; Vesti Nedeli, tahun lalu menunjukkan di layar tentang peta dari AS. Dia mengidentifikasi target yang dia klaim bisa dijangkau Moskow dalam perang nuklir.

Korieov, yang dipandang sebagai propagandis utama Putin, mengatakan rudal Zircon dapat mencapai sasaran dalam waktu kurang dari lima menit.

Berita kesuksesan Rusia menguji coba misil hipersonik Zircon muncul beberapa jam setelah media-media Barat melaporkan bahwa militer Putin telah menguji misil dari sistem anti-rudal balistik baru yang mengerikan dengan kecepatan 9.000 mph. Misil balistik ini diklaim mampu menghancurkan satelit AS di luar angkasa.

Misil tersebut, menurut Kremlin, diluncurkan dari situs uji Sary-Shagan di Kazakhstan dan menghancurkan target tiruan. Rekaman yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan menunjukkan senjata itu—dirancang untuk melindungi dari serangan udara dan luar angkasa—lepas landas dalam bola api.

“Rudal baru telah secara andal mengonfirmasi karakteristiknya dalam serangkaian tes,” kata Andrey Demin, komandan Pasukan Khusus Udara dan Pertahanan Anti Rudal Balistik Angkatan Darat ke-1. (ptnz)

Balang

LEAVE A REPLY