ad
Padang TIME.com– NASA telah memberikan kontrak gabungan sebesar USD146 juta kepada lima perusahaan, termasuk SpaceX, Blue Origin, dan Dynetics. 
Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan konsep pendarat pesawat luar angkasa sebagai bagian dari misi Artemis dari agensi.
Dari total tersebut, USD26,5 juta diberikan kepada Blue Origin, USD40,8 juta untuk Dynetics, USD35,2 juta untuk Lockheed Martin, USD34,8 juta untuk Northrop Grumman, dan USD9,4 juta untuk SpaceX. 
Hanya dua perusahaan yang mengajukan proposal, yakni Blue Ridge Nebula Starlines dan Cook & Chevalier Enterprises, yang tidak menerima kontrak serupa. 
Melansir dari TechCrunch, Rabu (15/9/2021), kontrak tersebut diberikan berdasarkan NextSTEP-2 (Teknologi Luar Angkasa Berikutnya untuk Kemitraan Eksplorasi) Lampiran N: Studi Sistem Pendaratan Manusia Berkelanjutan dan Pengurangan Risiko. 
Dalam permohonan yang dirilis pada awal Juli itu, disebutkan tujuan kontrak adalah untuk terlibat dengan mitra komersial potensial untuk studi konsep, mempertahankan konsep HLS pengembangan operasi (darat dan penerbangan), dan kegiatan pengurangan risiko. 
Artinya, perusahaan terpilih akan mengembangkan konsep desain pendarat, termasuk melakukan pengujian komponen, dan mengevaluasinya untuk hal-hal seperti kinerja dan keselamatan. 
Kontrak ini terpisah dari kontrak Sistem Pendaratan Manusia yang diberikan kepada SpaceX awal tahun ini, kontrak yang disengketakan oleh Blue Origin dan Dynetics kepada pengawas pemerintah, dan kemudian ditentang oleh Blue Origin dalam gugatan terhadap NASA yang masih berlangsung. 
Namun, hasil dari kontrak ini kemungkinan akan menginformasikan kontrak pengembangan pendarat di masa depan selama sisa dekade ini. 
“Pekerjaan dari perusahaan-perusahaan ini pada akhirnya akan membantu membentuk strategi dan persyaratan untuk permintaan NASA di masa depan untuk menyediakan transportasi astronot reguler dari orbit bulan ke permukaan Bulan,” kata NASA. 
Program Artemis didirikan pada tahun 2020 dengan sejumlah tujuan, tidak hanya untuk mengembalikan manusia ke Bulan untuk pertama kalinya sejak zaman Apollo, tetapi untuk membuat rutinitas perjalanan seperti itu pada akhir tahun 2020-an. 
NASA tidak hanya berhenti di bulan; Badan tersebut juga ingin memperluas eksplorasi antarplanet, termasuk misi manusia ke Mars. (PT)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here