Migrasi ke TV Digital Berpengaruh Pada Peningkatan Ekonomi

0
1055

PadangTIME.com | Migrasi TV analog ke TV digital, telah mulai dilaksanakan sejak 2 November 2022 lalu. Secara bertahap, proses migrasi ini, akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi.

Hal ini disampaikan dalam webinar “Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan Seremoni Penyerahan Set Top Box (STB) Kementrian Kominfo Bersama Komisi I DPR RI, yang dilaksanakan di Hotel Ibis Padang, Sabtu (05/11).

Anggota Komisi I DPR RI, Derizal Basir, menyampaikan, penggunaan analog switch Off atau ASO merupakan suatu langkah nyata dan kemajuan dalam hal digitalisasi.

Migrasi televisi dapat meningkatkan efektivitas pada bagian penyiaran.
“Migrasi televisi ini akan memunculkan konten-konten yang kreatif dan menyediakan layanan lebih banyak lagi.

Industri penyiaran lokal akan berpotensi mampu tumbuh dan berkembang dengan adanya migrasi TV analog menuju TV digital ini.

Migrasi televisi ini juga memerlukan pengawasan yang lebih lagi dibandingkan penggunaan TV sebelumnya khususnya di era pengawasan penyiaran digital,” ujarnya.

Dengan adanya migrasi program TV ini diharapkan mampu memberikan perubahan yang baik.

Migrasi program TV ini juga memiliki pengaruh terhadap nilai ekonomi bangsa karena akan memunculkan kreativitas masyarakat terkait dengan perubahan program TV ini yang secara otomatis akan membuka ruangan pekerjaan pula dan tidak menutup kemungkinan pula akan memunculkan konten-konten creator yang baru yang memiliki kreativitas.

Dr. Nursodik Gunarjo selaku Direktur Pegelolaan Media, Dirjen IKP Kemkominfo RI, menjelaskan, satu stasiun TV analog menggunakan 1 frekuensi. Sementara siaran digital, 1 frekuensi dapat digunakan
oleh 6-13 stasiun TV secara bersama-sama.

“Boston Consulting Group memperkirakan manfaat dari Digital Dividend dengan peningkatan Internet di Indonesia, maka dalam lima tahun akan menghasilkan multiplier effect. 232 ribu penambahan lapangan kerja baru. 118 ribu penambahan peluang usaha baru. Rp 77 Triliun penerimaan kas negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Arif Yunardi, Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat, menjelaskan, informasi digital merupakan proses mengubah berbagai informasi, kabar atau berita dari format analog menjadi format digital, sehingga lebih mudah untuk diproduksi, disimpan, dikelola, dan didistribusikan Informasi yang digitalisasi dapat disajikan dalam bentuk teks, angka, audio, visual, yang berisi tentang ideologi, sosial, kesehatan dan lain sebagainya.

“Saat ini kita tengah mengalami migrasi program TV dari TV analog menuju TV digital. Pada 02 November 2022 lalu program TV analog sudah resmi diberhentikan dan akan digantikan oleh TV digital. Program TV digital ini akan menghasilkan gambar yang jernih tidak ada semut-semutnya, memberikan pilihan chanel yang jauh lebih banyak juga tergantung dengan bagaimana keadaan daerah kita berada,” ujarnya.

TV digital ini, lanjut Arif, akan mempermudah bagi masyarakat dalam memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan ataupun informasi yang tengah terjadi. Dengan adanya TV digital ini diharapkan akan memberikan banyak perubahan positif yang dapat dirasakan bersama-sama, baik itu dari segi ekonomi, pendidikan, teknologi dan lainnya.
(pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini