Padang TIME.com-Setelah serangan bom mengoyak sebuah masjid di Kota Quetta, Pakistan barat daya pada Jumat (9/1) malam. Sebelumnya, pejabat setempat menyatakan bahwa korban meninggal berjumlah 13 orang, sementara korban luka mencapai lebih dari 20 orang.

Dilansir dari Aawsat pada Sabtu (11/1), polisi juga menerangkan bahwa sebuah alat peledak improvisasi (IED) sebelumnya telah ditanam di dalam masjid yang terletak di dalam seminari (lembaga pendidikan agama) di Quetta.

Bom lantas meledak saat jemaah tengah melaksanakan ibadah salat Isya pada Jumat malam dalam insiden ini, seorang perwira polisi senior, Haji Amanullah dilaporkan turut menjadi korban tewas.

Salah seorang saksi, Fida Mohammad, menuturkan ada sekitar 60 orang yang tengah berada di masjid pada saat kejadian. Dalam keterangannya, Mohammad pun menggambarkan bagaimana bom meledak begitu kuat hingga banyak warga yang kemudian panik dan berlarian ke segala penjuru.

“Itu adalah ledakan yang kuat, orang-orang berteriak dan berlari di sana-sini. Banyak orang terluka karena penyerbuan itu,” ujar Mohammad.

Sementara itu, kelompok teroris ISIS telah mengklaim pihaknya berada di belakang serangan yang menargetkan Taliban Afghanistan. Pernyataan resmi ISIS ini diketahui setelah mereka mengunggah pernyataan melalui saluran Telegram ISIS Pakistan.
.

Balang

LEAVE A REPLY