Melalui UPTD KPHP Pessel, Dinas Kehutanan Sumbar Lakukan Pembudidayaan Madu dan Kelulut

0
273
PadangTIME.com – Budidaya lebah madu dan kelulut diyakini akan bisa dijadikan sebagai sumber kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) di masa datang.
Beranjak dari potensi itu, sehingga tahun 2021 ini Dinas Kehutanan Sumbar melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Pessel, akan melakukan pengembangan dan budidaya lebah madu dan kelulut tersebut di daerah itu.
Melalui bantuan program peningkatan ekonomi itu, sehingga masyarakat yang tinggal dekat dengan pinggir hutan akan memiliki sumber pendapatan, tanpa harus merusak kawasan hutan.
Hal itu disampaikan kepala UPTD KPHP Pessel, Madrianto, Kamis (10/6) di Painan.
Dijelaskannya bahwa pengembangan lebah madu dan kelulut itu akan dilakukan di hutan Nagari Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang, oleh Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN). Besar bantuannya Rp 178.500.000 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Kehutanan tahun 2021.
“Penerima hibah peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan lebah madu dan kelulut ini adalah kelompok masyarakat yang tergabung pada LPHN Pondok Parian Lunang, Kecamatan Lunang. Ada sebanyak 238 stup kotak lebah yang akan mereka kembangkan di sana. Diantaranya 128 stup jenis apis cerana atau lebah biasa, dan 100 stup pula untuk jenis tigana haman atau kelulut,” katanya.
Dijelaskannya bahwa potensi pengembangan lebah madu dan kelulut tersebut sangat besar bisa dilakukan oleh LPHN Pondok Parian Lunang, karena lahan pengembangannya mencapai 1.386 hektare.
“Saya yakin potensi ini akan bisa dijadikan sebagai sumber kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat, terutama sekali terhadap mereka yang tinggal di pinggir hutan,” ucapnya.
Ditambahkan lagi bahwa masyarakat penerima hibah yang tergabung pada LPHN Pondok Parian Lunang itu, sekarang masih menjalani tahapan sosialisasi melalui petugas yang diturunkan.
“Sosialisasi ini kita lakukan agar masyarakat penerima hibah ini nanti benar-benar memahami tata cara pengembangan dan pembudidayaan lebah madu dan kelulut, hingga sistem pemasaranya. Sekarang harga 100 ml madu kelulut dihargai Rp 80 ribu, dan madu lebah Rp 60 ribu pula. Dengan terjaminnya pasar, maka keberlangsungan ekonomi mereka juga akan terjamin nantinya,” tutup Madrianto. (pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here