ad
Padang TIME – Peserta vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan diminta untuk tidak menyimpan rasa cemas berlebihan saat akan mengikuti tahap pemeriksaan oleh tim vaksinator.
Rasa cemas berlebihan akan mempengaruhi tingkat tekanan darah menjadi tinggi, sehingga banyak orang yang tidak diizinkan atau ditunda diberikan vaksin pada tekanan darahnya diatas 160 derajat celcius.
“Rata-rata, masyarakat yang banyak ditunda vaksin karena sudah merasa cemas duluan sebelum vaksin disuntikkan,”jelas Kadriadi, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Minggu (29/8/2021).
Kadriadi meminta agar peserta vaksinasi dapat mengabaikan pikiran negatif yang digeluti takut atau pengaruh informasi hoax yang menambah rasa cemas. Masyarakat perlu membangun pikiran positif dan menciptakan suasana hati yang damai akan pentingnya manfaat vaksinasi bagi tubuh.
“Dari pantauan tim kita dilapangan, banyak peserta vaksinasi yang cemas berlebihan saat akan divaksin, sehingga pemberian vaksin terpaksa ditunda menunggu kondisinya normal kembali, setidaknya sudah ada ratusan orang tertunda divaksin gegara tekanan darah tinggi,”ujarnya.
Guna percepatan vaksinasi, masyarakat diminta untuk dapat berpartisipasi mengikuti vaksin di tiap wilayah dengan mendatangi Puskesmas di daerah setempat. Meskipun tidak ada jaminan setelah divaksin tidak akan terpapar covid 19, Kadriadi menyebut vaksin diyakini dapat meminimalisasi risiko berat terpapar Covid-19.
Bahkan, bagi sebagian orang yang telah divaksin terpapar Covid-19, maka tingkat kesembuhan mereka lebih cepat dan tidak terlalu berisiko dibanding orang yang tidak divaksin.
“Mari kita tetap berpikiran positif. Jangan cemas, vaksin itu aman karena pemerintah terus berupaya memberikan terbaik sebagai ikhtiar untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Dan masyarakat, tentunya memiliki rasa kesadaran tingi untuk mensukseskan program vaksinasi ini dan mematuhi protokol kesehatan,”tuturnya. (PT)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here