Padang TIME.com-Pemerintah kini tengah gencar membangun industri manufaktur di Indonesia timur. Pembangunan berbasis sumber daya alam diutamakan untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku di dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Pelindo IV kini bergerak cepat dengan membangun pelabuhan Makasar New Port guna memacu pemerataan pembangunan dan perekonomian. Proses ekspor yang semula harus melalui Jakarta dan Surabaya kini bisa langsung menuju Makasar.

Namun, kendala sosialisasi menjadi permasalahan pelabuhan yang digadang-gadang sebagai ikon Indonesia timur ini. Pasalnya, pelabuhan ini masih dalam tahap pembangunan seluas 360 meter dan belum diresmikan oleh pemerintah.

“Mungkin karena kita berada di Makassar, jadi sosialisasi kurang. Selain itu juga belum adanya peresmian dari pemerintah pusat,” kata Direktur Pelindo IV Farid Padang dalam acara IDX Channel Economic Outlook bertemakan “Sinergi Memperkuat Kawasan Timur Indonesia” Rabu (11/12/2019).

Peresmian yang dijadwalkan pada 1 April 2019 lalu terpaksa diundur karena aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kala itu sedang berlangsung kampanye sehingga dilarang mengadakan peresmian.

Meskipun belum diresmikan, Makasar New Port telah aktif sejak 28 Maret 2019 lalu. Farid menyebutkan kini telah melayani sekitar 10.000 TEUs kontainer.yang awalnya hanya melayani 40 kontainer.

“Orang-orang belum tahu mengetahui kita telah beroprasi. Tujuannya untuk menarik modal dan meningkatkan distribusi. Dampaknya kini Makasar New Port telah mengoprasikan sekitar 10.000 TEUs kontainer.kapal dengan luas hanya 362 meter” ujarnya.

“Nanti tanggal 21 Desember kita mengundang Bapak dan Ibu sekalian untuk hadir, kita juga sudah mengundang menteri dan presiden untuk hadir meresmikan Makasar New Port,” lanjutnya.

Balang

LEAVE A REPLY