PadangTIME.com – Wahjosumidjo (2005: 83) mendefinisikan Kepala Sekolah sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid sebagai penerima pelajaran.
Dari definisi tersebut di atas, secara sederhana pengertian Kepala Sekolah adalah Seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Dengan ini Kepala Sekolah dapat disebut sebagai pemimpin di satuan pendidikan yang tugasnya menjalankan menajemen satuan pendidikan yang dipimpinnya.
Maju mundurnya suatu sekolah tergantung pada kepala sekolahnya.Kepala sekolah membawahi guru-guru sebagai tenaga pengajar,petugas pendidikan untuk memperlancar jalannya proses belajar  mengajar dan peserta didik yang menerima pelajaran di sekolah.
Pemimpin / Kepala sekolah tak obahnya sebagai sebatang pohon yang rindang tempat berteduh ,tempat melepaskan lelah dan tempat memberikan inspirasi bagi yang bernaung dibawahnya.
Untuk kesuksesan sebuah sekolah dibutuhkan kepemimpinan dari seorang kepala sekolah.Kepala sekolah seharusnya memberikan kenyamanan pada yang dipimpinya.Terutama pada guru-guru yang akan menghadapi siswa-siswinya.
Guru adalah tenaga pendidik yang telah lulus melalui proses .Orang bisa pintar dan sukses berkat jasa guru.Orang bisa jadi pemimpin berkat jasa guru .Kalau kepala sekolah bisa memberikan kenyamanan dan kesejukan pada guru seperti berlindung dibawah pohon yang rindang tentu pembelajaran berjalan lancar ,Bukan seperti  pohon yang  memiliki binatang yang berbisa dan ulat bulu yang banyak maka tak seorangpun guru mau berlindung karena takut dan ulat bulu menjadi gatal tidak memberikan kenyamanan pada guru  yang membutuhkannya.
            Pohon rindang yang dipenuhi binatang berbisa .Kepala sekolah yang selalu mengancam guru dengan hal-hal yang menakuti.Guru adalah profesi atau pekerjaan untuk menghidupi keluarga.
Gaji dan sertifikasi itu memang dibutuhkan guru untuk menghidupi keluarga dan memindah tugaskan ketempat yang jauh dari domisili apalagi diperlakukan pada  guru-guru yang hampir pensiun yang tidak bisa mengendarai kendaraan.
Mungkinkah ini cara bagi kepala sekolah yang kejam ini untuk membunuh guru-guru yang hampir pensiun? Untuk mendapatkan sertifikasi itu pada awalnya di perhitungkan :Masa dinasnya,Golongannya,Ijazahnya  dan jumlah jam mengajar yang telah mendapat sertifikat sertifikasi. Contoh: Guru yang hampir pensiun tidak maju karna ada guru muda yang baru pindah untuk dimajukan padahal disegi umur ,golongan jauh dibawah.karena kepala sekolah tipe bisa menerima yang bisa menjilat maka guru yang sudah lama disingkirkan.Udah mau pensiun tidak bisa menikmatinya .
Bisakah ini kepala sekolah yang bijaksana ?
Kepala sekolah yang selalu membanggakan dirinya,keluarganya ,kekayaannya pada bawahannya .sementara untuk membantu bawahannya tidak mau.seperti pada saat breefing,semuanya hanya mendengarkannya saja kehebatannya,Kealimannya ,seolah-olah bawahan tidak ada apa-apanya .ambil dupaknya sendiri yang berhubungan dengan guru biar ambil sendiri-sendiri.Kebetulan salah seorang guru menanggapinya .
Guru    :Ndak bisa Kepsek membawakan secara kolektif dupak kami ?Kok kepsek hanya mementingkan diri sendiri ? Kalau ada urusan guru ke dinas urus sendiri .Padahal guru tidak bisa  meninggalkan siswanya.
Kepsek:Ooo tidak.saya tidak mau bantu guru-guru karena…
Guru    :Kalau adalah basa basi pada dinas kami kan bisa beriyur lebih meringankan.
Kepsek:Oo saya ndak mau berkorban untuk guru-guru.
Guru    :Kalau kepsek sebelumnya kalau ada urusan guru sekolah yang dipimpinnya yang akan dibawa ke sekolah dibantunny.
Kepsek  : Ooo itu kepsek zaman katumbatu.
Apakah pantas ini dilakukan dalam rapat ?.Nah ini contoh kecil yang dialami .Apakah ini bisa sekolah maju dengan kepemimpinan seperti ini ? Semuanya dikaitkan dengan sertifikasi dan Tuhan seolah-olah bawahannya makan gaji buta / tidak halal dan dia saja yang suci.Yang hebat dan yang kaya .Kenyataan Alhamdulillah beribu-ribu alumni dari sekolah kami yang sudah sukses.Apakah itu tidak jasa guru ? Bagaimanakah perasaan guru- guru pada kepemimpinan kepala sekolah seperti ini ?Bisakah sekolah maju dengan  kepala sekolah seperti ini ?
            Pohon yang rindang dipenuhi ulat bulu.Ulat bulu bila kena kulit gatal-gatalah semuanya.Kepala sekolah yang suka mengadu domba bawahannya.Kepala sekolah yang membuat bawahaanya bertengkar / tidak akur.Setiap sekolah itu pasti ada yang bersifat menjilat pada atasan.
Bermacam-macam cara untuk mendapatkan simpati dari pimpinan.Biasanya orang seperti ini bersifat SMS (Senang Melihat orang Susah / Susah Melihat orang Senang).
Kalau terjadi perselisihan bukan mendamaikan /menengahi tapi satu dipijak yang satu lagi diangkat sehingga perdamaian itu tidak terjadi.Tidak berfikir secara logika yang penting yang bias menjilat tadi dibela walaupun salah. (pt)
Balang

LEAVE A REPLY