LPPM Unand Bantu Pengembangan Usaha Jahe Gula Arendi Kota Padang Panjang

705

Oleh Vima Tista Putriana, Ph.D
PadangTIME.com -Setiap perubahan keadaan, selalu membawa tantangan dan peluang baru: selalu ada winners and losers. Demikian juga halnya dengan pandemi covid-19 yang tengah melanda saat ini. Pendidikan, dan pariwisata adalah sektor-sektor yang paling terdampak (losers). Sedangkan IT, kesehatan dan pertanian adalah sektor-sektor yang diuntungkan (winners) dari pandemi Covid-19. Produk-produk kesehatan, terutama yang bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh menjadi barang yang dicarisemua orang. Salah satu produk yang menjadi sangat populer di era pandemic ini adalah jahe instant.

Seorang warga RT 22 Kelurahan Guguk Malintang di Kota Padang Panjang menangkap peluang ini dengan mengeluarkan produk jahe bubuk instant yang diberi nama ‘Uwan Alan Jahe Gula Aren”. Pemilik dari usaha ini (Ibu Vianti Maghdalena, 43 tahun) menceritakan bahwa awal mula dia terfikir untuk membuat produk jahe gula aren ini adalah saat dia mencoba meminum jahe merah instant kiriman seorang teman sekitar Agustus lalu. Namun, setelah meminumnya, Ibu Vianti merasakan sakit pada tenggorokannya. Ibu Vianti kemudian mengambil kemasan dari jahe merah instant tersebut dan memperhatikan dengan teliti komposisinya. Jahe merah instant tersebut ternyata dibuat dengan menggunakan gula pasir. Ibu Vianti kemudian menduga penyebab sakit pada tenggorokannya disebabkan oleh kandungan gula pasir tersebut.

 

Dugaan ibu Vianti bukannya tidak beralasan. Dalam bentunya yang asli, yang masih berupa gula tebu, gula merupakan karbohidrat kompleks. Namun, dalam proses pengolahannya yang panjang hingga menjadi gula pasir, menyebabkan hilangnya semua protein, mineral dan enzim dan yang tersisa hanyalah karbohidrat sederhana. Menurut Dr. Zaidul Akbar, pengarang dari buku ‘Jurus Sehat Ala Rasulullah’, tubuh manusia tidak dapat menggunakan karbohidrat sederhana ini kecuali jika vitamin, protein, dan mineral yang terbuang dikembalikan.

Dengan alasan di atas, ibu Vianti terinspirasi untuk mengganti gula pasir dengan gula aren atau gula semut dalam pembuatan jahe bubuknya. Gula aren memang dikenal bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh karena mengandung antioksidan. Gula aren ini masih alami karena melibatkan proses yang minimum dan tidak ada bahan kimia. Setelah melalui beberapa kali uji coba, ibu Vianti akhirnya berhasil memproduksi bubuk jahe instant gula aren pertamanyapada bulan September 2020 lalu.

Sebagai bagian dari pelaksaan tri dharma perguruan tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas di tahun 2020 ini meluncurkan Program Kemitraan Masyarakat. Bagusnya potensi yang dimiliki oleh Usaha Jahe Gula aren Uwan Alan ini menjadi ketertarikan bagi kami sebagai salah satu Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tim PKM yang akan mendampingi UMKM Uwan Alan ini terdiri atas Vima Tista Putriana, Ph. D – dosen Prodi Akuntansi (Ketua Tim), Tivany Edwin, ST, M. Sc – dosen Prodi Teknik Lingkungan dan Wempie Yuliane, SE, M. Sc – dosen Prodi Ilmu Ekonomi. Tim juga dibantu oleh 2 mahasiswa dari Kota Padang Panjang sendiri: Fauzan Amirul Haq (Akuntansi 2018) dan Rahmanisa Dwi Putri (Farmasi 2020).
Program pembinaan yang akan dilaksanakan direncakan sebagai program berkelanjutan selama 3 tahun ke depan. Target di akhir 2020 ini adalah selesainya dilakukan identifikasi masalah yang dihadapi oleh mitra dan penyusunan roadmap atau program berkelanjutan yang akan dilaksanakan selama 2021-2023.

Dari beberapa kali diskusi dengan mitra, dapat disimpulkan bahwa mitra menghadapi 4 masalah utamaberikut: bahan baku, teknik produksi, peralatan, positiong dan marketing. Pertama, bahan baku berhubungan dengan kontinuitas produksi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan. Jika supply bahan baku tidak dapat dijamin ketersediannya, ini mempengaruhi proses produksi yang pada akhirnya mempengaruhi ketersediaan produk saat ada demand atau permintaan terhadap produk. Jika ada konsumen yang ingin membeli produk, sementara produknya tidak tersedia, konsumen bisa berpindah ke produk lain. Menurut mitra, bahan baku saat ini diperoleh dari pasar induk Padang Panjang. Model penyediaan bahan baku seperti ini tidak bisa menjamin supply bahan baku dari baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Untuk gula arena tau gula semut diperoleh dari UMKM lain di Batusangkar.

Kedua,mitra menggunakan teknik pengeringan dalam proses produksi (bukan dengan mengambil ekstrak dari jahe). Setelah jahe dikeringkan, lalu dihaluskan. Pengeringan masih menggunakan oven yang sangat sederhana, demikian juga dengan penggiligan hanya menggunakan blender rumahan. Penggunaan alat-alat yang masih sangat sederhana ini menyebabkan terbatasnya kapasitas produksi (hanya 2 kg jahe mentah) yang memakan waktu satu harian penuh sejak dari pembersihan jahe, pengeringan, penggilingan sampai pengemasan.

 

Produk Jahe Gula Aren Uwan Alan initermasuk produk premium dengan menggunakan bahan-bahan pilihan (jahe yang digunakan adalah jahe emprit atau jahe kampung yang memiliki rasa dan aroma yang kuat). Efek dari penggunaan gula aren adalah rasa minuman jahe yang enak dan segar. Apalagi jika ditambahkan lemon atau madu. Namun, mitra belum clear dengan positiong produknya. Belum tergambar dari label saat ini apa yang membedakan produk ini dibanding dengan produk sejenis lainnya. Target pasar juga belum jelas (apakah pasar lokal, regional, nasional atau internasional). Kejelasan target pasar ini penting karena menentukan standarisasi produk yang harus dipenuhi. Saat ini produk utamanya memang dijual di Padang Panjangsendiri. Mitra juga pernah mendapat pesanan dari luar kota seperti Padang dan Batusangkar serta luar provinsi (Kalimantan).

Terakhir, terkait pemasaran, saat ini pemasaran mengandalkan informasi dari mulut ke mulut, memanfaatkan jaringan pertemanan. Mitra sama sekali belum memanfaatkan digital marketing yang sedang tren saat ini. Digital marketing akan memungkinkan mitra untuk menjangkau pasar yang lebih luas, skala nasional misalnya.
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dilakukan, tim PKM telah menyusun program pembinaan yang akan dilaksanakan mulai 2021: (i) Pembinaan kepada petani jahe yang bisa mendukung supply bahan baku untuk mitra sehingga kualitas produk bisa dijamin (ii) Peninjauan kembali teknik produksi (fasilitasi konsultasi mitra dengan pakar teknologi pengolahan jahe) dan pengurusan sertifikasi halal, (iii) perbaikan manajemen usaha, termasuk pengelolaan keuangan dan (iv) pengembangan usaha dan diversifikasi produk.

Terkait denganpositiong produk, telah dilakukan diskusidengan mitra pada tanggal 20 Desember lalu dengan menghadirkan nara sumber ahli (Vonny Indah Mutiara, Ph.D). Diskusi ini menyimpulkan bahwa untuk saat ini, target pasar masih akan difokuskan pada pasar lokal. Perluasan target pasar akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun ke depan. Tim PKM juga telah membantu membuatkan design label menggunakan stiker yang lebih menarik dan praktis. Label juga telah menyertakan informasi penting seperti nomor izin Dinas Kesehatan (PIRT) dan juga image yang ingin diciptakan dimata konsumen: “Enak, Segar, Sehat” serta “Aman dikonsumsi oleh penderita diabetes”. Saat ini produk jahe gula aren uwan alan ini telah tampil dengan design label baru. sebelumnya, mitra menggunakan label yang dibuat secara manual (diketik dengan word) dan dicetak di atas kertas putih.

Mitra juga telah diberikan pelatihan terkait Digital Marketing pada Minggu tanggal 27 Desember 2020 (Nara sumber ahli: Rayna Kartika, SE, M.Com, Ak, CA). Mitra telah dikenalkan dengan beragam media online yang dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk di era digital sekarang ini (Instagram, facebook, whatsapp dan website e-commerce). Terlepas dari apapun media sosial yang dipilih untuk tujuan bisnis (bisa menggunakan semuanya), yang penting, akunnya haruslah akun khusus untuk bisnis (whatsapp for business atau facebook for business). Penggunaan akun media sosial pribadi pemilik untuk tujuan bisnis tidak dianjurkan karena bisa menyebakan delay dalam merespon pertanyaan atau request dari konsumen atau calon konsumen.

Demikian juga dengan nomor kontak yang dicantumkan pada label produk dan media sosial yang dimiliki haruslah nomor yang terpisah dari nomor pribadi. Tujuan dari memisahkan akun mendia sosial pribadi dan nomor kontak pribadi dari akun dan nomor kontak bisnis adalah dalam rangka speed up response terhadap permintaan informasi atau request dari konsumen atau calon konsumen. Selain itu, penggunaan akun bisnis juga merefleksikan profesionalitas. Namun, untuk tahap awal, UMKM bisa memanaatkan layanan-layanan yang sifatnya masih free. Jika sudah berkembang maka bisa memanfaatkan layanan berbayar seperti facebook adds.

Selasa, 29 Desember 2020 telah dilakukan diskusi terakhir antara mitra, pendamping dan nara sumber ahli (Ir. Andri, MS). Nara sumber ahli memberikan beberapa masukan seperti pentingnya menampilkan manfaat dari produk yang dihasilkan dan juga komposisi dari produk.
Pembinaan di tahun keduafocus pada perbaikan manajemen dan keuanganusaha serta pengurusan sertifikasi halal. Mitra akan dibimbing untuk memiliki pencatatan yang teratur terkait transaksi-transaksi yang terjadi setiap harinya. Sehingga bisa dipisahkan dengan jelas antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Di tahun ketiga pembinaan akan diarahkan pengembangan usaha dan diversifikasi produk. Beragam varian dari minuman berbahan dasar jahe bisa dibuat, misalnya jahe dengan lemon sehinga menjadi jahe lemon atau komposisi kunyit yang lebih dominan dibanding jahe berkhasiat memperlancar haid. Tidak hanya sebatas minuman, jenis produk lain juga berpotensi untuk dikembangkan seperti Uwan Alan Jahe Cookies.

Jahe yang merupakan tanaman asIi Asia ini sangat mungkin diolah menjadi beragam produk turunan karena jahe mengandung banyak jenis nutrisi karbohidraft, protein, serat (fiber), air dan volatile oil. Jahe ini dapat diproses menjadi bubuk, sirup, volatile oil, and oleoresin. Sebagai bumbu masak, jahe telah digunakan sebagai bumbu masakan sejak abahd 13. Sebagai bahan yang berkhasiat untuk tujuan pengobatan seperti untuk pengobatan arthritis, sakit perut, asma, diabetes, dan melancarkan haid yang tidak teratur, jahe juga telah dikenal selama berabad-abad di Asia, India, Eropa dan Timur Tengah.

Tim Pengabdian akan mencoba untuk bekerja sama dengan dinas terkait di Pemerintah Daerah Kota Padang Panjang dalam rangka pengembangan usaha jahe gula aren uwan alan ini. Produk jahe gula UMKM Uwan Alan ini beserta diversifikasi produknya nanti berpotensi untuk dijadikan semacam oleh-oleh Padang Panjang yang memang telah dikenal juga dengan kulinernya.

 

Balang

LEAVE A REPLY