PadangTIME – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksikan akan terjadi lonjakan pergerakan masyarakat hingga 20% pada libur panjang Maulid Nabi Muhammad mulai 28 Oktober – 1 November 2020.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan secara serentak karena berpotensi dapat mengakibatkan penumpukan di seluruh moda transportasi.

Meski demikian, Kementerian Perhubungan juga meminta kepada operator transportasi agar mempersiapkan segala bentuk aturan protokol kesehatan secara ketat dan penambahan armada jika terjadi kepadatan di jalan raya.

“Oleh karena itu, dua hal yang harus dilakukan yakni tentunya para operator harus siap dengan segala syarat-syarat protokol kesehatan yang harus dilakukan, seperti menetapkan jumlah pergerakan. Disatu sisi saya mengimbau kepada masyarakat semua untuk tidak pulang pada 27 Oktober di malam hari dan 28 Oktober. Kalau bisa sebagian pulang di 29 Oktober,” ucap Budi, pekan lalu, di Jakarta.

Agar dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan disetiap daerah selama libur panjang, Kemenhub akan berkoordinasi dengan setiap Dinas Perhubungan Daerah untuk mencatat tiga titik yang berpotensi terjadinya kepadatan yakni di jalan raya Jakarta menuju arah timur meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Sedangkan untuk moda transpotasi laut dan udara, Kemenhub juga lakukan monitoring terhadap kapal penyeberangan arah Sumatera serta kepadatan di sejumlah bandara.

Balang

LEAVE A REPLY

50 + = 55