Kondisi Aset Penghidupan Masyarakat Sumatera Barat Pada Masa Pandemi COVID-19

0
6403
Oleh : Dr Sosmiarti ( Dosen Fakultas Ekonomi Unand)
PadangTIME.com – Kondisi aset penghidupan dapat dilihat dari 5 indikator, yaitu modal manusia, modal fisik, modal alam, modal keuangan dan modal sosial. Modal manusia yang menjadi ukuran dalam penelitian ini adalah pendidikan terakhir kepala keluarga, pendidikan terakhir istri, pengalaman kerja kepala keluarga, pekerjaan tetap kepala keluarga, pekerjaan sampingan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, keterampilan kepala keluarga dan anggota keluarga serta kondisi kesehatan keluarga. Semua indikator diatas diamati untuk semua fase untuk fase sebelum dan sesudah bencana.
Modal fisik yang digunakan biasanya adalah kondisi rumah, status kepemilikan rumah dan kendaraan. Sedangkan modal alam diukur melalui kepemilikan lahan, luas lahan yang diolah dan kondisi sumber daya air. Indikator dalam modal keuangan menggunakan total pendapatan, pengeluaran serta tabungan. Modal sosial menggunakan organisasi sosial yang diikuti oleh responden sebagai indikator.
Kelima indikator yang digunakan diidentifikasi melalui sub indikator masing- masing untuk menghitung nilai indeks indikator livelihood. Hasil dari perhitungan ini akan diperoleh 5 indeks indikator, yaitu indek modal manusia, indek modal fisik, indek modal alam, indek modal keuangan dan indek modal sosial. Indeks Livelihood di peroleh dengan menjumlahkan semua indeks indikator tersebut dibagi dengan jumlah indikator yang digunakan.
Perhitungan indeks livelihood adalah dalam bentuk rata-rata indeks indikator. Perubahan kondisi aset penghidupan dapat diperoleh dengan membandingkan nilai indeks livelihood yang diperoleh pada setiap tahap analisis waktu yang digunakan dalam penelitian ini untuk kondisi sebelum dan sesudah bencana. Jika terjadi peningkatan nilai indeks dari kondisi sebelum bencana dengan sesudah bencana, berarti telah terjadi peningkatan aset penghidupan rumah tangga korban bencana. Jika yang terjadi sebaliknya, maka telah terjadi penurunan kepemilikan aset penghidupan rumah tanga korban bencana. Peningkatan dan penurunan aset penghidupan ini akan berpengaruh terhadap kesejahteraan rumah tangga  sebelum dan sesudah bencana. Perkembangan indeks Livelihood sebelum dan sesudah Pandemi untuk Sumatera Barat dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.
     Gambar 1  Indeks LivelihoodRumah Tangga di Sumatera Barat
Keterangan:
Fase 1 :Fase sebelum PandemiFase 4 : Fase PPKM awal
Fase 2 :Fase  tanggap darurat          Fase 5 : Fase kondisi saat ini
Fase 3 :Fase  PSBB
Sebelum Pandemi nilai aset penghidupan yang diperoleh adalah sebesar 50 poin. Nilai ini berada pada kategori sedang, tetapi untuk indikator aset penghidupan nilai indeks yang diperoleh beragam dengan nilai terendah 20 poin dan tertinggi 76 poin. Perolehan nilai indeks pada setiap indikator adalah sebagai berikut:
  • 1.Modal Manusia
Indeks modal manusia sebelum Pandemi berada pada poin 40. Nilai ini berada pada kategori sedang, artinya rata-rata rumah tangga berada dalam peringkat sedang kondisi sumber daya manusianya. Hasil indeks ini didukung oleh kondisi dimana sebagian besar responden sudah mempunyai pekerjaan tetap, berpengalaman dan kondisi kesehatan yang baik. 
  • 2.Modal Fisik
Nilai indeks modal fisik sebelum Pandemi adalah sebesar 76 poin, nilai ini berada dalam kategori tinggi karena batasan miskin disini adalah sebesar 37,50 poin. Tingginya nilai indeks fisik ini disebabkan karena sebanyak 60 % kondisi rumah responden sebelum pandemi adalah permanen. Dilihat dari status kepemilikan rumah maka 96 % responden menempati rumah milik sendiri, Sedangkan  kepemilikan kendaraan, rata-rata  responden memiliki kendaraan minimal 1 unit motor sebagai transportasi sebelum Pandemi.
  • 3.Modal Alam
Indeks modal alam sebelum Pandemi adalah sebesar 48 poin, angka ini masuk dalam kategori sedang. Hasil survey menunjukkan bahwa 75 %  responden adalah pemilik lahan yang langsung mengolahnya untuk Rumah Kontrakan, tanaman padi, kelapa, coklat dan ternak besar yaitu sapi, kerbau dan kambing serta unggas yaitu ayam dan itik. Sekitar 25 % responden bukan pemilik lahan tetapi mengolah lahan dengan sistem upah patigoan
  • 4.Modal Keuangan
Indeks modal keuangan sebelum Pandemi adalah sebesar 35 poin, Angka ini menunjukkan rumah tangga di Sumatera Barat berada dalam kategori sedang. Batasan kemiskinan ada pada nilai 33,33 poin. Hal ini disebabkan oleh 51 % responden berada dalam kelompok pendapatan sedang dengan rentang pendapatan perbulan sebesar Rp 1.000.000  sampai  Rp 1.999.999. Hasil survey lapangan menemukan  bahwa Sebanyak 42% responden berpendapatan tinggi dengan kisaran  Rp lebih dari 2.000.000, hanya 7% yang berpendapatan Kurang dari 1 juta.
Kondisi modal keuangan rumah tangga sebelum Pandemi dari hasil penelitian ini masuk pada kategori Sedang yaitu sebesar 34 poin. Batas kategori rendah dari modal keuangan untuk masyarakat Sumatera Barat adalah besar dari 33,33 poin. Artinya, sebelum pandemi responden pada lokasi penelitian dari sisi keuangan sudah termasuk kategori sedang.
  • 5.Modal Sosial
Indeks modal sosial yang diperoleh sebelum Pandemi adalah sebesar  57 poin, angka ini diperoleh dari keikutsertaan responden dalam organisasi kemasyarakatan. Sebanyak 73%  responden ikut dalam organisasi kemasyarakatan yaitu Kelompok Tani, arisan, Majelis Taklim, Kelompok Usaha Bersama, Kongsi Kematian dan lainnya. Responden yang mengikuti Organisasi kemasyarakatan pada satu organisasi adalah sebanyak 31, 65%, lebih dari satu organisasi sebanyak 40, 82% responden. Dimana dari organisasi diatas yang paling banyak diikuti adalah Kelompok Tani, arisan desa dan Majelis Taklim. Indeks modal sosial yang diperoleh untuk Sumatera Barat berada pada kategori sedang, dimana batas kategori rendah adalah pada poin 33,33. Artinya responden sudah cukup aktif dalam berorganisasi sosial sebelum terjadi bencana, karena mereka meyakini bahwa organisasi sosial dapat membntu mereka dalam mengaatasi persoalan ekonomi dan sosial.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kondisi Aset penghidupan masyarakat Sumatera Barat Sebelum Pandemi berada pada kategori sedang, tetapi untuk indikator aset penghidupan nilai indeks yang diperoleh beragam dengan nilai terendah 20 poin dan tertinggi 76 poin. Kondisi aset penghidupan ini mengalami perubahan yang cukup signifikan dari responden pada Fase awal Covid-19, PSBB dan  FasePPKM awal. Aset yang yangta mengalami perubahan adalah physikal dan finansial, sedangkan pada Fase kondisi saat ini aset masyarakat sudah mulai membaik, meskipun masih banyak yang belum pulih seperti semula karena banyaknya penyesuaian dalam beberapa aset seperti, aset SDA, Phisik, Finansial dan sosial yang terbatas dan menurun selama pandemi Covid 19. (PT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini