ad
PadangTIME, Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir 2 tahun lamanya memberikan tantangan tersendiri bagi dunia kesehatan. Berbagai penyesuaian kehidupan kenormalan baru mesti dilakukan. Mulai dari penerapan protokol kesehatan yang ketat hingga pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Vaksinasi Covid-19 saat ini menjadi jalan yang harus ditempuh agar dapat keluar dari risiko buruk pandemi yang berkepanjangan. Pemerintah melalui berbagai unsur di setiap level berjibaku memperluas cakupan vaksinasi guna tercipta kekebalan kelompok (herd immunity) dengan segera, minimal 70% dari total penduduk di suatu wilayah.
Perluasan cakupan vaksinasi Covid-19 ini tidak hanya menjadi pekerjaan rumah bagi lembaga atau institusi negara saja.
Namun, juga membutuhkan perhatian khusus dari sejumlah lembaga non- pemerintahan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) misalnya, sebagai organisasi profesi yang cukup besar di Indonesia juga dituntut andil dalam penanggulangan dampak dan pencegahan pandemi Covid-19.
Di Sumatera Barat capaian vaksinasi Covid-19 masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Kekebalan kelompok masih rendah. Hal ini dalam hemat penulis menjadi tantangan tersendiri bagi IDI se Sumatera Barat. Butuh kerja keras dan komitmen bersama agar cakupan vaksinasi minimal yang ditetapkan di suatu wilayah bisa tercapai.
Penulis menilai, rendahnya cakupan vaksinasi Covid-19 di Sumatera Barat bukan karena masyarakat tidak mau bervaksin. Penulis melihat informasi akan pentingnya vaksinasi Covid-19 belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Sehingga, IDI diharapkan dapat memberikan pemahaman akan kebaikan vaksinasi bagi tercapainya imunitas masyarakat, khususnya bagi kelompok usia resiko tinggi terpapar Covid-19 dikarenakan aktivitas dan mobilitas yang tinggi yakni kelompok pelajar dan mahasiswa.
Bakti Dokter Sumatera Barat dalam peringatan 71 tahun dokter Indonesia dalam rangkaian kegiatan bersama Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumatera Barat bersama seluruh IDI Cabang se Kabupaten/Kota merupakan salah satu cara memberikan edukasi ihwal vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.
Melalui kegiatan webinar bertemakan pentingnya pemahaman vaksinasi bagi masyarakat dengan mendatangkan narasumber kompeten seperti Wakil Gubernur Sumatera Barat, Ir. Audy Joinaldi,S.PT, M.Sc, MM dan dr. Asrawati, SpA(K) masyarakat akan teredukasi secara bertahap.
Kemudian kegiatan pelayanan vaksinasi se Kabupaten/Kota se Sumatera Barat melalui IDI Cabang se Sumatera Barat yang dipusatkan di Kabupaten Agam dengan tuan rumah IDI Cabang Agam juga menjadi salah satu jawaban dari komitmen dokter dalam mendukung pencapaian vaksinasi Covid-19 di Sumatera Barat.
Selain capaian vaksinasi Covid-19, tantangan lain yang dihadapi para dokter adalah komitmen dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Seberat apapun tantangan pandemi ini, pelayanan terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat tidak boleh terhenti. Dalam hal ini, IDI juga menunjukan komitmen yang kuat, bahkan berisiko merenggut nyawa dokter-dokter terbaik di Sumatera Barat.
Sehingga penulis berpandangan, sangat berarti jika pengorbanan dokter pejuang Covid-19 itu diapresiasi sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih. Bentuk penghargaan dari IDI Sumatera Barat & Pengurus Besar IDI sebagai wadah organisasi dokter kepada almarhum dokter pejuang Covid-19 anggota IDI Sumatera Barat juga merupakan motivasi bersama bagi pengabdian tanpa henti dokter di Sumatera Barat melawan Covid-19.
Semoga perjuangan bersama melawan gempuran pandemi Covid-19 terus menemukan titik terang. Harapan kita bisa hidup normal tanpa dibayang-bayangi ancaman virus Corona semoga segera terwujud.
Dengan komitmen dan kerja keras bersama kita pasti bisa melewati pandemi ini dan melakukan pembenahan pasca pandemi. (rh/pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here