ad
Padang TIME – Pengalaman hidup yang sulit membantu membentuk beberapa orang berpengaruh dan sukses. Ini termasuk John Paul DeJoria, pendiri perusahaan perawatan rambut John Paul Mitchell System dan produsen Tequila Patron Spirits Company.
Ketika usianya melebihi batas usia asuh, DeJoria menjadi seorang tunawisma lantaran tak punya tempat tinggal.
Kendati demikian, DeJoria melihat hambatan ekonominya sebagai peluang untuk bekerja keras.
Ketika tidak punya uang untuk makan, dia menjual kartu Natal. Ketika tidak bisa kuliah karena tidak mampu membayar, dia menjual ensiklopedia. Dia tidak pernah bergantung pada orang lain.
“Jika Anda mengharapkan makan siang gratis datang, Anda tidak akan pergi jauh dan Anda akan sangat bosan. Pergilah dan lakukan sesuatu,” kata dia, dikutip dari NBC News, Minggu (8/8/2021).
Sebagai seseorang yang secara pribadi berjuang melalui usia 20-an, dia mendapatkan banyak pelajaran sebelum memulai usaha pertamanya yang menguntungkan, John Paul Mitchell Systems. DeJoria awalnya mempelajari bisnis perawatan rambut ketika bekerja untuk Redken dan Fermodyl Hair Care.
Namun dia dipecat dari dua perusahaan itu.
Keberhasilan John Paul Mitchell Systems pada akhirnya adalah hasil dari penjualan dari mulut ke mulut dan mendapatkan perhatian dari distributor pertamanya, yang melunasi tagihan pertama mereka.
Kegigihannya untuk berhasil membantu mengubah modal awalnya dari 700 dolar AS menjadi bisnis miliaran dolar AS sampai sekarang.
Denurut data Forbes terbaru, kekayaan miliarder berusia 77 tahun ini tercatat sebesar 2,7 miliar dolar AS atau setara Rp38,89 triliun. (pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here