JANGAN Berharap Buah Mangga dari Pohon Rambutan namun berharap Setiap Pohon Berbuah Manis

1321

Oleh: Siti Hahir S.Pd

PadangTIME.com – orangtua  Faktor utama penentu kesuksesan seorang anak,  Siapa sih yang tidak ingin buah hatinya menjadi orang yang sukses? Semua orangtua pasti memiliki harapan serupa. Tetapi harus diingat bahwa orangtua memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan seorang anak. Pola asuh dan cara didik yang diterapkan harus mampu membangun sikap positif di dalam diri si anak. Hal penting yang harus orangtua tanamkan dalam diri anak sejak dini diantaranya adalah : sikap jujur, dimana anak berani mengatakan dan melakukan hal yang sesuai kenyataannya , Disiplin, yaitu mampu melakukan hal secara konsisten, memiliki rasa tanggung jawab, Pandai bergaul, yang disebut dengan kecerdasan sosial atau interpersonal, dan bersikap sabar serta mau kerja sama. Memberikan pengertian dan contoh nyata dalam kesehariannya terkait hal-hal tersebut adalah cara terbaik menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai pada diri anak. Hal ini juga akan berdampak nyata terhadap hubungan orang tua dan anak mengenai perencanaan masa depannya.

Setiap orang tua pasti mendambakan anak-anaknya menjadi orang sukses seperti jadi dokter,insinyur,presiden dan sebagainya. Orang tua merencanakan pendidikan anaknya mulai dari tingkat  paud,Tk,SD,SMA hingga perguruan tinggi, berusaha mengarahkan anak ke bidang yang orang tua harapkan karena merasa itu pilihan terbaik untuk anaknya.

Namun, tidak semuanya berjalan dengan baik sesuai keinginan. Banyak yang putus di tengah jalan dengan hasil yang mengecewakan. Hal ini terjadi karena Banyak orang tua yang terlalu memaksakan kehendaknya terhadap anak, seperti menuntnya memiliki nilai akademis yang tinggi, membanding-bandindingkan anak dengan anak yang lain atau bahkan dengan saudaranya sendiri, hingga sadar atau tidak bahkan orang tua juga ada yang sampai melontarkan kata dan kalimat yang menjadi troumatis bagi anak. Disinilah terjadinya hubungan tidak sehat antara orang tua dan anak. Anak merasa tidak aman dan tidak dihargai, sehingga dia mencari pelarian kepihak luar dan mencari lingkungan yang membuatnya merasa aman. Banyak anak yang pada akhirnya terjebak dalam pergaulan bebas dan lingkungan pertemanan yang membawa pengaruh buruk untuk dirinya. Inilah salah satu kejadian buruk yang terjadi saat ambisi orang tua demi kebaikan anak berujung pada kehancuran. Tidak jarang ada juga yang berhasil dan sukses dibidang yang diinginkan orang tua, dan banyak juga anak yang sukses meskipun berbeda dari apa yang dicita-citakan semula.

Dengan berjalannya waktu keinginan serta harapan orangtua dan anak bisa saja berubah. Arah minat dan bakat anak mungkin sudah tampak sedari kecil, namun saat memasuki usia remaja ditingkatan SMP anak sudah bisa ikut andil menyampaikan apa yang mereka sukai dan inginkan serta apa yang tidak mereka sukai dan tidak inginkan. Contohnya orang tua ingin  anaknya menjadi dokter. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menjadi mata pelajaran dasar yang harusnya diminati dan dipahami dengan baik oleh anak, namun kenyataannya anak tidak mampu dan tidak tertarik dalam bidang tersebut walaupun sudah diberikan pelajaran tambahan. Setelah diperhatikan kembali, ternyata anak lebih cendrung mempelajari pelajaran sosial. Disinilah peran orang tua serta guru mengajak anak untuk berkomunikasi kembali. Sebagai orangtua atau guru tentu kita tidak bisa memaksakan kehendak kita. Orang tua dan guru tidak boleh ambisius terhadap perencanaan masa depan anak karena apa yang terbaik menurut orang tua dan guru, belum tentu yang terbaik untuk anak. Menjalin komunikasi yang baik dan saling memahami adalah kunci dari kebaikan dan kebahagiaan semua pihak.

“Jangan harakan buah mangga dari pohon rambutan, tapi jadilah setiap pohon berbuah manis”. Berikan kebebesan pada anak untuk menentukan pilihannya. Mengikuti setiap perkembanganya, selalu memotivasi dan memberikan arahan agar mereka dapat fokus mewujudkan cita-citanya dan berkompeten dibidang yang diminatinya.

Allah SWT meluaskan dan menyempitkan rezeki seorang hamba sesuai kehendak Nya .Itu adalah ujian bagi hamba (QS.al-Fajr (89):15-16).Kaya dan miskin tidak bersifat baik atau buruk dengan sendirinya, juga tidak menentukan mulia dan hinanya sesorang. Namun kaya dan miskin itu menjadi baik atau buruk memuliakan atau menghinakan, ditentukan oleh penyikapan terhadapnya.Rezeki seorang hamba telah dijamin oleh Allah Porsi dan takarannya dengan jalan yang halal ataupun dengan jalan haram,Allah berikan.Namun Allah akan menanyai tatacara perolean dan pembelanjaan harta itu.

 

 

 

Balang

LEAVE A REPLY