Irwan Prayitno : Merdeka Belajar Untuk Kenyaman dalam Proses Belajar Mengajar

414
PadangTIME.com – Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) antara guru dengan siswa sangat erat kaitanya antara yang satu dengan yang lainnya. Tanpa ada salah satu dari keduanya maka proses belajar mengajar tidak akan bisa berlangsung.
Siswa memiliki kegiatan utama yaitu menerima pelajaran sedangkan guru adalah sebagai seorang tenaga pengajar atau memberi bahan ajar untuk siswa. Untuk itu dalam PBM perlu kenyaman yang bergairah dan tertarik dengan pelajaran diberikan oleh guru sehingga murid juga bahagia dalam menekuni pelajaran yang dibaca dan maupun dipelajari yang termasuk dalam kategori nyaman.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutannya membuka acara Webinar dalam rangka Penguatan Manajemen Pendidikan Untuk Mewujudkan Sekolah Penggerak dan Merdeka Belajar yang dilaksanakan oleh Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMAPI) Sumatera Barat bekerjasama dengan Jurusan Administrasi Pendikan FIP UNP. Diikuti di Rumah Dinas Gubernuran, Sabtu (8/8/2020).
Webinar diikuti oleh Prof. Ganefri, Ph.D, Rektor UNP, Dr. Iwan Syahril,Ph.D, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE Bupati Dharmasraya, Dr.Ahmad Yusuf Sobri, M.Pd. dan Dr. Arwildayanto, M.Pd. serta Prof.Dr. Rusdinal M.Pd. Dekan FIP UNP diikuti secara virtual di ruangan masing-masing.
Selanjutnya Gubernur Sumbar katakan, kenyaman dalam belajar merupakan salah satu faktor interen yang perlu ditanggapi maupun siswa itu sendiri. Kenyamanan belajar di sekolah adalah tanggung jawab warga sekolah.
“Dan kenyaman belajar di ruang kelas merupakan masalah sederhana namun dapat mempengaruhi belajar anak secara total” ucap Irwan Prayitno
Gubernur Irwan Prayitno juga mengatakan program-program dalam bentuk pembelajaran serta kegiatan yang tidak monoton dapat membahagiakan siswa sehingga terciptanya sebuah kenyamanan.
“Maka keluarlah aktualisasi diri kompetensi menjadi kompetisi dengan lingkungan belajar yang nyaman tersebut sehingga teraktuallah potensinya,”katanya
Jadi asumsi sukseskan aktualisasi diri dengan cara kondisi nyaman kalau tidak bisa mengaktualisasi akan timbul kondisi stres, maka tidak usah takut dan beberapa bentuk lainya yang tidak mendukung perlu dihindari.
Sistem sekarang terkesannya monoton perlu pola yang membahagiakan siswa, apa lagi pada saat ini ketika belajar daring ini luar biasa, tuntutan terhadap gurupun untuk bagaimana semaksimal mungkin menjadikan agar tidak monoton.
Menurut Gubernur merdeka belajar adalah merasa nyaman ketika belajar tanpa ada paksaan dan tekanan, akan berfokus pada pedagogi atau seni dalam menjadi seorang guru, serta berpusat pada siswa dan pengembangan holistik suatu arah kepada guru kepada murid yang dikonotasikan dengan merdeka.
Tetapi dari segi bagaimana metode dan cara agar menyampaikan sehingga mereka tidak tertekan ini adalah merupakan bagian dari kemerdekaan siswa menerima dalam memahami ilmu bukan berarti sesuka dan semaunya.
Walaupun pendekatan pembelajaran saat ini sudah banyak, ada formal, informal dan nonformal yang tidak bisa didefinikan beberapa bentuk lainya sarjana manajemen, pendidikan administrasi bisa melihat perkembangan pendidikan, kemudian tercapai tujuan yang diinginkan dengan pola metode yang mungkin berbeda.
“Saya setuju dengan merdeka belajar ini perlu penguatan mendefenikan maka perlu dimantapkan terutama dari segi manajemen kemudian menata segi kurikulum dan menata pembelajaran termasuk menyusun program-program sangat penting agar program merdeka belajar terwujud,” kata Irwan Prayitno.
Gubernur juga sampaikan, jurusan administrasi pendidikan harus serius dalam menyusun program kedepan dan program mederdeka belajar dapat membuat kita nyaman. Agar terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui proses institusi yang unggul maupun dari guru yang unggul, kalau tidak diproses dengan unggul maka tidak menjadi unggul.
Jadi target agar PBM dapat disenangi kemudian tamatan siswa menjadi pintar dan cerdas sehingga berkualitas daya saing tinggi kedepannya, sehingga tamatan siswa menjadi cerdas agar berguna bagi masa depan bangsa yang merupakan dari suatu keniscayaan untuk mengaktualisasi diri menjadi lebih berkopetensi dan bisa bermanfaat bagi kepentingan semuanya.
“Dan penguatan sekolah dengan pendekatan merdeka belajar mewujudkan manajemen pendidikan yang baik untuk masa depan anak bangsa,” tukas Irwan.
(nz/Humas Setda Sumbar)
Balang

LEAVE A REPLY