Inovasi Produk Rajut Ramah Lingkungan dengan Pelatihan Pewarna Alami pada Benang Rajut Pada Sanggar Rangkiang Salayo

0
834

Oleh: Verni Juita SE, M.Com (Adv) AK

PadangTIME.com – Sebagai salah satu UMKM penghasil produk rajut, Sanggar Rangkiang dengan pendampingan dari Tim Pengabdian Universitas Andalas terus berdiskusi dan mengembangkan ide demi inovasi produk yang lebih baik dan bermanfaat. Setelah melalui beberapa pertimbangan, sanggar ini memutuskan untuk melakukan inovasi yang juga membawa dampak baik pada lingkungan. Memanfaatkan berbagai limbah alami yang dapat digunakan untuk mewarnai benang rajut diyakini bisa menjadi satu langkah unggulan bagi sanggar Rangkiang untuk menghasilkan produk yang berbeda, unik dan juga memiliki nilai manfaat lebih bagi masyarakat. Untuk mengakomodasi tujuan tersebut Tim pengabdi Universitas Andalas yaitu Ibu Verni Juita SE., M.Com (Adv) AK dan beberapa dosen beserta mahasiswa mengadakan pelatihan pewarnaan alami untuk benang rajut di Sanggar Rangkiang selayo pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2022 lalu.

Pelatihan ini memanfaatkan berbagai bahan dari tumbuhan alami baik yang berbentuk limbah seperti kulit jengkol, kulit manggis dan ampas kopi, maupun yang non limbah seperti daun mangga dan kayu secang. Seluruh bahan tersebut kemudian di proses secara manual utk menghasilkan cairan pewarna. Setelah cairan pewarna jadi maka benang di celupkan ke dalam cairan tersebut dan di keringkan atau di jemur selama 1-dua hari. Semakin lama cairan pewarna didiamkan maka akan semakin kuat warna yang nanti akan dihasilkan. Pencelupan juga dapat dilakukan lebih dari satu kali. Dari benang yang di celupkan kemudian di kunci warnanya dengan zat yang telah disiapkan. Warna yang dihasilkan dari proses alami tersebut bervariasi dan sering tidak terduga, mulai dari krem,  coklat muda dari kopi, pink muda dari secang, kuning muda atau broken white dari rebusan kulit mangga dan lain lain. Benang yang telah di warnai kemudian dapat digunakan untuk membuat tas, dompet, alas meja, sarung bantal dan lain lain. Dikarenakan warnanya yang unik dan tidak pernah sama, maka benang hasil pewarna alami diyakini dapat membantu sanggar Rangkiang untuk menghasilkan produk rajut yang berbeda dan tidak sama dengan produk rajut yang ditawarkan pesaing yang lainnya.

Pelatihan pewarnaan alami benang ini di pandu dan dilatih oleh ibu Nella Karlena SH seorang perajut dan pengrajin batik pemilik UKM Abins’craft Padang. Pelatihan ini berjalan dengan sangat lancar dan gembira. Seluruh peserta antusias mempelajari tekhnik pewarnaan dengan baik agar mampu mereka aplikasikan dengan berbagai bahan alami yang ada di sekeliling mereka. Potensi berbagai limbah tumbuhan maupun banyaknya berbagai tanaman yang ada di lingkungan nagari Salayo menjadi jaminan keberlansungan tekhnik pewarnaan ini dapat mendukung produksi rajut dengan inovasi dan keunikan yang dituju. Dengan menghasilkan produk menggunakan teknik ini sanggar Rangkiang mendapatkan dua manfaat. Pertama, memiliki produk dengan gradasi keunikan warna yang tidak dimiliki oleh produk lainnya. Kedua, memanfaatkan berbagai sumber daya alami yang ada di sekitarnya agar bermanfaat dan memberikan nilai lebih. Konsumen pengguna produk RAYO dengan pewarna alami juga akan bangga menggunakan produknya karena ikut serta berpartisipasi memberdayakan sumber daya alami sekaligus mendukung peningkatan pendapatan para ibu-ibu rumah tangga di industri kreatif ini. (pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini