ad
Padang TIME – Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi aktivitas utama hulu migas sepanjang Semester I-2021 telah dilakukan 186 pemboran sumur pengembangan, 309 kegiatan workover, dan 11.307 kegiatan well service.
Dalam konferensi persnya Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa nilai TKDN dari kegiatan hulu migas secara keseluruhan juga berada di atas target mencapai 58% sedangkan proyek hulu migas 2021, sepanjang semester I tahun ini sebanyak 7 proyek sudah direalisasi dan memberikan tambahan produksi sebesar 10.710 BOPD dan gas sebesar 475 MMSCFD.
“Nilai investasi proyek-proyek tersebut mencapai USD1,4 miliar atau setara Rp20,9 triliun,” tambahnya.
SKK Migas juga mengawal realisai proyek hulu migas yang dikatagorikan sebagai proyek strategis nasional.
SKK Migas berusaha mengawal agar proyek Jambaran Tiung Biru yang saat ini kemajuannya mencapai 91,93% tetap dapat melakukan onstream pada Kuartal IV-2021.
Upaya penggantian cadangan yang telah diproduksikan (Reserve Replacement Ratio-RRR) juga terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi migas yang berkelanjutan.
SKK Migas telah dapat persetujuan 14 Plan of Development (POD) yang diajukan KKKS, dari persetujuan tersebut menghasilkan tambahan cadangan migas sebesar 131,2 juta barrel oil equivalent (BOE).
Dwi Soetjipto berkata, sepanjang semester I tahun 2021 ini terdapat  7 sumur eksplorasi yang telah di bor dengan hasil gas discovery (Maha-02 dan Fanny-02), oil discovery (Hidayah-01 dan MSDE-01A) dan dry (Barakuda-1X, NSD-1 Exp Tail dan Plajawan Dalam).
“Total jumlah sumberdaya post drill (P50 atau 2C recoverable) sebesar 87.25 MMBOE dari Sumur Hidayah-01 sedangkan pre-drill P-50 Sumur Maha-02, Fanny-02 dan MSDE-01A adalah sebesar 154.71 MMBOE,” ungkapnya.
Untuk kegiatan eksplorasi lainnya, saat ini sudah dilakukan survei seismik 2D sepanjang 1.917 km, survei seismik 3D sepanjang 673 km2, dan 67 kegiatan studi G&G.
“Khusus untuk kegiatan Survei Full Tensor Gravity Gradiometry (FTG) di wilayah timur Indonesia, FTG Area Akimeugah sedang berjalan hingga Agustus 2021. Pelaksanaan kegiatan saat ini mencapai 13 %. Kalau kegiatan ini selesai, kami akan melanjutkan dengan kegiatan FTG Kepala Burung seluas 45,580 km²,” pungkas Dwi. (pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here