Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh Tewas Dibunuh

0
1893
ad
PadangTIME.com – Ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh dibunuh di timur Ibu Kota Teheran pada Jumat waktu setempat. Kabar kematian Fakhrizadeh dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Iran dalam sebuah pernyataan.

“Fakhrizadeh meninggal di rumah sakit karena cedera yang dideritanya selama baku tembak antara pengawalnya dan teroris bersenjata Jumat sore,” kata pernyataan itu seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (28/11/2020).

Pernyataan itu menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala Organisasi Riset dan Inovasi Kementerian Pertahanan Iran.Kementerian Pertahanan Iran tidak menuduh pihak yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

bebi

Kantor berita Iran Tasnim, serta outlet media Iran lainnya termasuk kantor berita resmi IRIB sebelumnya melaporkan pembunuhan itu, menambahkan bahwa dia dilaporkan terbunuh di kota Absard, 43 mil sebelah timur Ibu Kota Iran.

Fakhrizadeh telah lama digambarkan oleh Barat, Israel dan oposisi Iran di pengasingan sebagai pemimpin program bom atom rahasia yang dihentikan pada tahun 2003. Iran telah lama membantah upaya untuk mempersenjatai energi nuklir.

Dia satu-satunya ilmuwan Iran yang disebutkan dalam “penilaian akhir” Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada 2015 terkait pertanyaan tentang program nuklir Iran dan apakah itu ditujukan untuk mengembangkan bom nuklir.
Laporan IAEA mengatakan, “Dia mengawasi kegiatan dalam mendukung kemungkinan dimensi militer untuk program nuklir (Iran) yang disebut Rencana AMAD.”

Israel juga menggambarkan Rencana AMAD sebagai program senjata nuklir rahasia Iran. Israel mengaku mereka menyita sebagian besar “arsip” nuklir Iran yang rinci.”Ingat nama itu, Fakhrizadeh,” ungkap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam pidato 2018 yang mengungkapkan rincian dari arsip tersebut. Netanyahu menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala AMAD.

Netanyahu mengatakan setelah AMAD ditutup, Fakhrizadeh terus bekerja di satu organisasi di dalam Kementerian Pertahanan Iran pada “proyek-proyek khusus”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here