ad
Padang TIME – Harga minyak mentah turun pada perdagangan Rabu (13/10) di tengah kekhawatiran melonjaknya harga batu bara dan gas alam di China, India, dan Eropa yang memicu inflasi serta dapat memperlambat pertumbuhan global.
Penguatan harga dolar AS yang mendekati level tertinggi satu tahun terakhir turut membebani harga minyak.Menilik pasar komoditas pukul 12:02 WIB, minyak mentah berjangka WTI AS turun (-0,11%) di harga USD 80,53 per barel, setelah sempat naik tipis pada Selasa lalu.
Minyak mentah berjangka Brent melemah (-0,8%) menjadi USD 83,31, memperpanjang penurunan pada Selasa kemarin.
Dana Moneter Internasional (IMF) telah memangkas prospek pertumbuhan Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya di tengah kekhawatiran gangguan rantai pasokan yang bakal menahan pemulihan ekonomi global.
“Ada ekspektasi yang berkembang bahwa tingginya harga gas alam dan batu bara termal kemungkinan dapat meningkatkan permintaan bahan bakar alternatif seperti solar dan minyak,” kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Rabu (13/10).
Saat ini pasar minyak masih menunggu data persediaan Amerika Serikat, yang sempat tertunda sejak Senin kemarin. Sedangkan rilis data American Petroleun Institute bakal dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu ini.
Analis Reuters memperkirakan persediaan AS naik 100 ribu per barel selama seminggu hingga 8 Oktober 2021. (pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here