Padang TIME.com-Beberapa waktu lalu Organisasi Eksportir Minyak Dunia (OPEC) plus Rusia dan negara-negara penghasil minyak lainnya sepakat untuk memangkas produksi minyak dunia dengan jumlah 9,7 juta barel per hari pada periode Mei-Juni.
Adanya penyebaran pandemi covid-19 di dunia, membuat harga minyak mentah semakin menurun.
Saat ini minyak AS terpantau turun ke level terendah dalam 18 tahun terakhir. Brent kehilangan lebih dari 6% pada perdagangan Rabu waktu setempat, setelah Amerika Serikat melaporkan bahwa stok minyak meningkat.
Pemangkasan produksi minyak semakin memperjelas bahwa pengurangan pasokan tidak akan cukup untuk mencegah penyimpanan mengisi dan meninggalkan banyak barel terdampar.
“Kami memiliki cadangan minyak mentah dalam sistem secara epik. Ini mungkin salah satu yang paling bearish, jika bukan laporan paling gelap yang pernah saya lihat,” ungkap Mitra Again Capital di New York, John Kilduff, seperti dilansir Okezone, Kamis (16/5/2020).
Sementara itu minyak mentah Brent LCOc1 ditutup turun USD1,91 atau 6,45% ke USD27,69 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS CLc1 turun 24 sen atau 1,19% ke USD19,87 per barel. WTI pun mencatatkan penutupan terendah sejak Februari 2002.
Stok minyak mentah di Amerika Serikat tercatat melonjak 19 juta barel pada pekan lalu, sementara pabrik penyulingan memangkas penggunaan kapasitas ke level terendah sejak 2008 karena anjloknya permintaan yang disebabkan oleh upaya untuk menekan penyebaran virus corona.
Berdasarkan laporan inventaris dari Badan Energi Internasional (IEA), bahwa mereka memperkirakan permintaan minyak akan turun 29 juta barel per hari pada April ke level yang tidak terlihat dalam 25 tahun, dan tidak ada pengurangan produksi yang dapat sepenuhnya mengimbangi penurunan jangka pendek yang dihadapi pasar. (PT)
Balang

LEAVE A REPLY