ad
PadangTIME.com – Menteri Pertanian mengungkapkan penyebab utama naiknya harga kedelai salah satunya adalah produksi kedelai di beberapa negara produsen menurun imbas kekeringan, sementara di negara pengimpor demand naik tajam seperti China dan Indonesia  Kamis (07/01/2020).
Kenaikan harga kedelai menimbulkan protes dari kalangan pengusaha tempe dan tahu yang mogok produksi selama tiga hari terakhir.

Menurut Kasubdit Kedelai Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Mulyono, produksi kedelai di beberapa negara produsen mengalami penurunan permintaan impor justru naik tajam dari Cina.

bebi

“Khusus kedelai di beberapa negara produsen misalnya argentina naik relatif tinggi dari Mei hingga sekarang sudah 100%. Masalah lain yaitu sebelumnya China belum naik terlalu tinggi seperti sekarang. China memborong kedelai dari Brasil dan itu cukup besar. Di Argentina pun ada masalah terutama pemogokan di pelabuhan sehingga Argentina tidak bisa mengekspor kedelai ke tempat lain,” ujar Pengamat Pertanian IPB, Prof Dwi Andreas.

Adanya kekeringan dan kelangkaan barang disinyalir membuat harga kedelai global naik dikisaran 35%. Ongkos angkut kedelai dan kapal laut pun naik karena waku tempuh impor negara asal ke tujuan lebih lama, akibat pembatasan yang dilakukan karena pandemi Covid-19.

Dampak kejadian tersebut membuat impor kedelai yang masuk ke Indonesia turun 11,5% menjadi hanya 2,3 ton. Harga kedelai pun akhirnya naik menjadi 37% dibanding tahun sebelumnya menjadi sekitar 8300 hingga Rp 9.200 per kilogram.

“Stok dunia menurun otomatis harga melonjak relatif tinggi. Sekarang pun China masih mencari kedelai di Pasar Dunia. Perusahaan mendapatkan kedelai dari Amerika Serikat.

Ini akan berdampak relasi besar karena kita belum tahu kedelai ini berhentinya kapan karena harga kedelai sudah di atas USD13 per 27 kg atau Rp16.700,” ujarnya Prof Dwi.

Potensi naiknya harga kedelai bisa mencapai Rp10.000 kemungkinan karena tidak hanya China yang menyetok kedelai dalam jumlah yang besar di negaranya.

Kekeringan di Amerika Latin menjadi penyebab utama padahal Amerika Latin menjadi salah satu produsen kedelai dunia yang berdampak terhadap pasokan kedelai Internasional.

Hal tersebut juga disebabkan kebijakan pemerintah yang berat terhadap konsumen membuat harga kedelai yang menjadi makanan utama memungkinkan lebih besar dari harga lauk. (NZ/idx)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here