Gubernur Sumbar Buka Diseminasi Hasil Kelitbangan, Pemanfaatan Sampah Menjadi Nilai Ekonomis

0
507
Padang TIME , AGAM – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah buka diseminasi hasil Kelitbangan, terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah menjadi nilai ekonomis, di SDN 25 Sungai Tampang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (9/7).
Pembukaan kegiatan ini dihadiri Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda, anggota DPRD Sumbar, Rinaldi, beberapa pimpinan OPD, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyebutkan, masalah sampah merupakan isu strategis yang jadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Selain menjaga diri sendiri, kebersihan lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama.
“Sampah permasalahan utama di Sumbar, khususnya di wilayah salingka Danau Maninjau sebagai daerah wisata. Jika ini tidak ditangani dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap lingkungan sehingga perlu dukungan semua pihak mengatasi masalah ini,” ujarnya.
Dikatakannya, seluruh lapisan masyarakat, pemerintah dan swasta harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini, karena persoalan sampah merupakan hal yang krusial.
Menurut Mahyeldi, dalam pengelolaan sampah bisa menerapkan prinsip 4R yaitu, Reduce (mengurangi), Reuse (memakai kembali), Recycle (daur ulang) dan Replace (mengganti).
“Apabila ke empat poin ini dapat kita lakukan dan lebih peduli, peka, serta meningkatkan kesadaran, maka diyakini daerah ini akan menjadi makmur dan sejahtera,” sebutnya.
Sementara itu, Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman berharap, Pemprov Sumbar dan masyarakat mendukung pengelolaan sampah di nagari salingka Danau Maninjau, serta Kabupaten Agam secara keseluruhan.
“Kita yakin dengan dukungan semua pihak dalam mengatasi sampah, bisa membangkitkan semangat kebersamaan dan sinergitas guna mendorong terwujudnya pemulihan kualitas Danau Maninjau ke depan,” terangnya.
Di Agam, katanya, sudah ada beberapa kelompok masyarakat yang telah melakukan pengolahan sampah menjadi barang bernilai ekonomis, bahkan hasilnya dipasarkan jadi souvenir bagi pelancong yang berkunjung.
“Maka kita berharap ke depan semakin banyak kelompok masyarakat yang melakukan pengolahan sampah jadi barang bernilai,” ujarnya berharap. (pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here