Fokus Penghapusan Kemiskinan Ekstrim Dan Stunting, Bupati Pessel Buka Musrenbang RKPD 2024

0
1222
Padang TIME | Pemerintah Kabupaten  Pesisir Selatan gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024 tingkat Kabupaten, Kamis (16/3).
Berlangsung di aula lantai dua kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapedalitbang) di Sago.
Selain secara daring atau virtual, Musrenbang dengan tema “Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) dan Produktivitas Sektor Unggulan itusecara off line juga dihadiri  anggota Forkopimda Pesisir Selatan, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Mawardi Roska, Kepala Bappedalitbang Pessel, Hadi Susilo, para kepala perangkat daerah, camat, wali nagari, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar menyampaikan selamat datang kepada para undangan yang telah meluangkan waktu untuk datang pada Musrembang dan juga kepada Direktur Benih Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr Yudhi Sastro, Kepala Bapeda Provinsi Sumbar, Medi Iswendi, St, MM, dan Koordinator Komunitas Konservasi Indonesia (WARSI), Ryan Tanoesya.
Dia menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD yang digelar itu merupakan Musrenbang tahun ketiga yang dilaksanakan pada masa RPJMD periode 2021-2026.
Dalam RPJMD tersebut telah dirumuskan visi pembangunan Pesisir Selatan yaitu, Mewujudkan Pesisir Selatan Lebih Sejahtera, Maju dan Bermartabat Didukung Pemerintahan yang Akuntabel dan Profesional. Untuk mewujudkan visi tersebut dilakukan penjabaran dalam enam misi dan sembilan prioritas pembangunan dengan arah dan fokus pembangunan yang telah ditentukan untuk tiap tahunnya
Musrenbang RKPD ini adalah rangkaian dari tahapan penyusunan dokumen perencanaan tahunan, dan menjadi kegiatan pokok setiap tahun.
Agenda ini merupakan penerapan perencanaan partisipatif, teknokratis dan politis sebagaimana amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Sebagai gambaran umum sekilas disampaikannya capaian beberapa indikator pembangunan tahun 2022, dimana pada umumnya menunjukkan peningkatan kinerja yang positif dari tahun lalu.
Diantaranya terjadi kenaikan IPM dari 70,03 menjadi 70,84, usia harapan hidup dari 70,96 menjadi 71,25 tahun, rata rata lama sekolah dari 8,27 menjadi 8,43, harapan lama sekolah dari 13,33 menjadi 13,35, pengeluaran perkapita dari 9,27 juta menjadi 9,68 juta, penurunan angka kemiskinan dari 7,92 persen menjadi 7,11 persen, dan pengangguran terbuka dari 5,97 persen menjadi 4,61 persen pula.
Dia menambahkan bahwa trend positif tersebut memang belumlah yang terdepan di Sumatera Barat.
“Namun setidaknya menandakan bahwa pasca pandemi Covid-19 kita sudah melakukan adaptasi dengan baik sehingga capaian pembangunan sudah kembali pada track yang semestinya. Capaian ini bahkan sudah melebihi keadaan sebelum pandemi Covid-19 melanda,” jelasnya.
Melihat beberapa capaian pembangunan tersebut serta memperhatikan berbagai kondisi internal dan eksternal Pesisir Selatan saat ini, serta melihat posisi Pesisir Selatan dibandingkan kabupaten/kota tetangga, maka isu strategis atau permasalahan pembangunan yang tengah dihadapi oleh Pessel dapat diidentifikasi sebagai berikut.
Diantaranya, rendahnya daya saing sumberdaya manusia. Nilai tambah dan produktivitas pertanian, perikanan dan pariwisata cenderung stagnan bahkan menurun. Layanan infrastruktur dasar masih terbatas dan belum menyeluruh, dan kemampuan fiskal daerah relatif rendah.
“Dari berbagai isu dan permasalahan pembangunan tersebut kita mesti lebih cermat dalam memahami dengan baik apa yang menjadi akar permasalahan masing-masing agar solusi yang kita berikan dapat lebih fokus dan konkret menyelesaikan tepat pada titik persoalan,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa sesuai amanat Presiden RI bahwa tahun 2023 dan 2024 adalah target penghapusan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Penghapusan kemiskinan ekstrim dilaksanakan melalui aksi konvergensi yang akan kita integrasikan dengan upaya penurunan prevalensi stunting. Hal ini patut menjadi perhatian bersama karena di masa pandemi angka kemiskinan ekstrim dan prevalensi stunting di Pessel cenderung meningkat. Untuk itu perlu perhatian khusus dengan mengangkat isu ini menjadi agenda utama dalam perencanaan tahun 2024 yang akan datang sesuai tema yang diangkat dalam Musrenbang ini yaitu “Meningkatkan Daya Saing Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Sektor Unggulan,” katanya.
Untuk itu, pada perencanaan tahun 2024, prioritas pembangunan daerah difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan fokus pada peningkatan daya saing pendidikan dan kesehatan. Pengembangan kapasitas pengelolaan sektor unggulan daerah dengan fokus pada sektor pertanian, perikanan, UMKM dan pariwisata, dan peningkatan infrastruktur yang berkelanjutan dengan fokus pada infrastruktur pelayanan dasar, ekonomi dan kebencanaan, serta penghapusan kemiskinan ekstrim dan penurunan prevalensi stunting. (pt)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini