Fachrul Razi hadiri Silaknas ICMI : Pola Pikir Masyarakat harus Berobah

2335

PadangTIME.com – Menteri agama RI Fachrul Razi menghadiri Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas ICMI ke 29)   yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Di Kampus UNP Padang Sumatera Barat .

Menag RI dalam sambutannya menyampaikan pentingnya merobah pola pikir dan sikap di era industri 4.0 menyongsong Indonesia maju.

“Tokoh agama mesti mampu dan cakap menjadikan teknologi informasi untuk mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam,” katanya.

Pada zaman kemajuan teknologi informasi yang pesat dapat merobah perilaku manusia menjadi intoleransi dan radikalisme terutama di kalangan anak muda Indonesia.
Didalam Forum ICMI Se- Indonesia, Fachrul Razi mengatakan pentingnya ICMI merefleksi dan mengevaluasi islam sebagai rahmatan lil alamin harus menjadi sumber dan tata nilai untuk memperkuat semangat kebangsaan itu.


Dengan ditandai lahirnya generasi melenial industri 4.0 bukanlah ancaman semestinya menjadikan peluang membangun indonesia yang hebat.

Fachrul menjelaskan, kemampuan kepemimpinan digital akan memperkuat otoritas keagamaan di tangan lCMl. Sementara ini, hal tersebut diambil alih oleh mereka yang mampu beradaptasi dengan teknologi informasi, walaupun kurang otoritatif dalam hal keagamaan.

Terkait dengan dakwah Islam, Menag juga meminta lCMl harus menjadi katalisator dan berdiri di garda terdepan agar dakwah Islam mengedepankan misi agama yang rahmatan lil alamin.

“Model dan pendekatan dakwah, yang rigid dan keras kiranya tidak relevan dengan situasi dan kondisi bangsa, apalagi generasi milenial Indonesia,” katanya.

Menag juga menyampaikan pada forum tersebut tentang gagasan-gagasan penting the founding father bangsa, yaitu membangun Indonesia yang bisa menyelaraskan antara Islam di satu sisi dan negara di sisi yang lain dalam wadah Negara Kesatuan Republik indonesia dengan baik. Menurutnya, hal lain yang kiranya bisa dirumuskan adalah menjaga harmoni intern umat beragama, antaragama dan agama dengan pemerintah secara baik.

“Trilogi kerukunan ini harus direvitalisasi kembali agar suasana keagamaan dan kebangsaan kita menjadi kondusif. Bangsa ini bangsa besar yang mempunyai umat Islam terbesar, karenanya kita berpotensi menjadi pemimpin keagamaan global,” katanya. (tisna)

Balang

LEAVE A REPLY