Padang TIME | Warga Padang memilih pasangan Mahyeldi dan Hendri Septa sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang periode 2019-2024. Tepat tanggal 13 Mei 2019, keduanya dilantik. Sejak itu, pasangan ini bekerja menunaikan janji.
Program unggulan yang telah disusun mulai dikerjakan satu persatu. Hingga pada akhirnya, Mahyeldi “naik” menjadi Gubernur pada tanggal 25 Februari 2021. Hendri Septa yang sebelumnya sebagai Wakil Wali Kota Padang, kemudian dilantik sebagai Plt Wali Kota Padang ketika itu. Dan dua bulan setelahnya ditetapkan sebagai Wali Kota defenitif.
Bekerja sendiri sebagai Wali Kota memang menjadi tantangan tersendiri bagi Hendri Septa. Beban berat itu dipikulnya sendiri, tanpa wakil.
Progul harus dituntaskannya. Itu benar tekadnya. Menjadikan Padang tetap bergerak kencang sebagai ibukota provinsi.
Beban itu kian terasa berat ketika Covid-19 melanda dunia. Kota Padang yang awalnya bergerak kencang, tiba-tiba harus melambat. Kesehatan warga menjadi harga mati. Anggaran pemerintah terfokus kepada kesehatan. Praktis, anggaran untuk merealisasikan progul ikut terimbas.
Meski anggaran untuk merealisasikan progul terimbas banyak, namun Hendri Septa tak patah arang. Tekadnya terus kuat. Baginya, menuntaskan program kerja adalah bukti keseriusannya sebagai pemimpin. Bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan seluruh Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD), Hendri Septa menuntaskannya secara perlahan tapi pasti.
Sebelas program unggulan mesti dituntaskan Hendri Septa yang kemudian dibantu Wakil Wali Kota Ekos Albar. Seperti melanjutkan betonisasi pengaspalan dan pelebaran serta perbaikan drainase dan pengendalian banjir terpadu.
Selanjutnya meningkatkan efektivitas reformasi birokrasi, budaya kerja aparatur dan pelayanan publik. Kemudian melanjutkan pengembangan pelembagaan wirausaha ke dalam Koperasi Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang , pulau-pulau kecil wilayah timur Kota Padang.
Kemudian Hendri Septa melanjutkan penyelenggaraan Pesantren Ramadhan, kegiatan keagamaan, seni budaya dan olahraga yang berkualitas. Berikutnya melanjutkan penataan angkutan umum dengan pembukaan koridor baru Trans Padang serta melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk memperlancar pergerakan orang dan barang.
Progul berikutnya yakni membangun 500 ruang kelas baru untuk SD dan SMP. Kemudian merevitalisasi sarana dan prasarana olahraga tingkat RT/RW dan membuat taman per kecamatan serta membangun pusat kreatif dan inovasi pemuda atau Youth Center.
Lalu meningkatkan dana stimulan kecamatan satu miliar rupiah dan dana kelurahan Rp100 juta per tahun serta peningkatan operasional RT, RW, guru TPA, MDA dan imam masjid. Meningkatkan indeks kemudahan berusaha di Padang serta ke-10 mendorong penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Serta membangun kampung tematik dalam pengembangan ekonomi lokal masyarakat berdasarkan potensi wilayah.
Di tahun 2021, Hendri Septa bersama perangkat kerjanya bekerja cepat dengan “persneling lima”. Gas dibenamkan dengan tumit. Akhirnya, setahun menjabat wali kota, Hendri Septa berhasil mencapai presentase progul lebih di atas 50%. Di akhir 2021, persentase progul 59,56%.
Tahun selanjutnya 2022, pedal gas semakin dibenamkan. Larinya semakin kencang. Persentase kinerja melambung tinggi. Tahun itu, capaian sebelas progul itu yakni 89.07%.
Kemudian di akhir tahun 2023, capaian progul melebihi target akhir tahun. Dimana pada bulan Desember 2023, capaian progul menyentuh angka 129,45%. Hebatnya lagi, empat progul di antaranya lebih dari 100%.
Seperti progul pertama, yakni melanjutkan betonisasi pengaspalan dan pelebaran serta perbaikan drainase dan pengendalian banjir terpadu. Di progul ini, capaian progul sebesar 342,17%. Kemudian progul ketiga yakni melanjutkan pengembangan kawasan wisata terpadu, gunung padang, pulau-pulau terkecil wilayah timur Kota Padang. Realisasi progul ini mencapai 127,35%.
Kemudian progul ketujuh, yakni merevitalisasi sarana dan prasarana olahraga tingkat RT/RW dan membuat taman per kecamatan serta membangun pusat kreatif dan inovasi pemuda atau Youth Center. Capaian progul ini menyentuh angka 111,00%. Serta progul memonitoring penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Capaian progul ini mencapai 166,20%.
Keberhasilannya merealisasikan progul itu juga tak lepas dari hadirnya Wakil Wali Kota Padang Ekos Albar yang membantunya sejak tanggal 9 Mei 2023. Kehadiran Ekos Albar meringankan langkah Hendri Septa dalam menuntaskan progul yang sudah disusun. Duet kepemimpinan ini bekerja serius dan kompak.
Wali Kota Padang Hendri Septa menyebut, seluruh progul dari visi dan misi itu berhasil dicapai berkat kerjasama yang selama ini terjaga di Pemko Padang. Meski saat itu, Covid-19 sempat melanda, akan tetapi progul ini tetap dikerjakan dan dijalankan dengan baik. Saat anggaran untuk merealisasikan progul itu cukup minim, akan tetapi Pemko Padang masih tetap menuntaskan pekerjaan.
“Seluruh progul sudah selesai semua, mencapai 100%, tentunya hingga akhir masa jabatan nanti kami akan terus mengawal progul ini dengan baik,” katanya didampingi Wawako Ekos Albar. (pt)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini