ads
Padang TIME – Disponsori Chinese Academy of Social Sciences, penyusunan daftar tahunan ini mempertimbangkan nilai akademis dari penemuan arkeologi sebagai kriteria utama. Daftar tahun ini mencakup enam penemuan arkeologi baru di Tiongkok, termasuk situs Sanxingdui dan situs Piluo di Provinsi Sichuan.
Situs Sanxingdui ditemukan secara tak sengaja pada 1920-an oleh seorang petani di Guanghan, provinsi Sichuan, ketika memperbaiki selokan.
Sebuah terobosan penting hadir pada 1980-an saat dua lubang kurban berukuran besar ditemukan. Penemuan ini dijuluki sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar di dunia pada abad ke-20.
Dari November 2019 hingga Mei 2020, enam lubang kurban baru ditemukan di situs tersebut. Pada akhir 2021, arkeolog berhasil menggali lebih dari 10.000 relik di lubang-lubang yang baru, termasuk topeng emas, patung perunggu, gading, dan sisa-sisa kain sutera.
Relik ini diyakini berasal dari negara bagian kuno Shu. Negara bagian tersebut bertahan selama lebih dari 2.000 tahun, dan berdiri setidaknya 4.800 tahun lalu. Relik ini juga sangat berkaitan dengan Provinsi Sichuan saat ini, kawasan tengah dan rendah Sungai Yangtze, serta Dataran Rendah Tiongkok Tengah. Bahkan, relik ini menjadi saksi persatuan dan keanekaragaman peradaban Tiongkok.
Situs Piluo ditemukan pada Mei 2020 di kabupaten Daocheng, provinsi Sichuan. Arkeolog menemukan hampir 10.000 artefak batu di situs ini, tepatnya di ketinggian 3.750 meter.
Salah satu penemuan yang terpenting adalah kapak tangan Acheulean. Benda ini menjadi alat Acheulean yang ditemukan di lokasi tertinggi di dunia, atau flint axe yang dibuat secara ahli pada zaman batu tua (Lower Paleolithic).
Menurut Zheng Zhexuan, Arkeolog Sichuan Provincial Cultural Relics and Archaeology Research Institute, penemuan tersebut hingga kini menjadi alat-alat Acheulean terindah dan terlengkap yang pernah ditemukan di Asia Timur. Penemuan tersebut juga “mengisi kesenjangan dalam riset ilmiah yang menunjukkan cara manusia bermigrasi dan menghadirkan komunikasi kebudayaan di zaman kuno.”
Situs Sanxingdui dan Piluo termasuk di antara proyek penting “Archaeological China”, sebuah program riset berskala besar yang digagas National Cultural Heritage Administration.
Source : Sichuan Provincial Cultural Relics and Archaeology Research Institute

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini