Dua Ladang Minyak di Libya Diblokade Militer

1115

Padang TIME.com-Seperti dilansir Reuters , harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan lebih rendah 30 sen atau 0,5% ke posisi USD64,90 per barel pada pukul 03.18 GMT. Sebelumnya Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu pekan, pada perdagangan awal pekan kemarin akibat blokade militer pada dua ladang minyak utama di Libya, harga minyak mentah dunia menurun pada perdagangan, Selasa (21/1/2020).

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas intermediate (WTI) turun 14 sen yang setara dengan 0,2% menjadi USD58,40/barel.

“Setiap kali kita mendapatkan peristiwa geopolitik besar, pasar naik dan semua orang melihat bahwa sebagai kesempatan untuk menjual,” kata Tony Nunan, manajer risiko minyak di Mitsubishi Corp di Tokyo dua ladang minyak utama di barat daya Libya mulai dimatikan pada minggu setelah pipa ditutup, dimana berpotensi mengurangi output nasional ke sebagian kecil dari tingkat normal, ucap National Oil Corp (NOC)

Sebuah dokumen yang dikirim ke pedagang minyak dan dilihat oleh Reuters pada hari Senin mengatakan NOC telah menyatakan Force Majeure -sebuah pengabaian pada kewajiban kontraktual- pada pemuatan dari El Sharara dan El Feel ladang minyak di barat daya Libya jika ekspor Libya dihentikan dan berkelanjutan, tangki penyimpanan akan mengisi dalam beberapa hari dan produksi akan melambat menjadi 72.000 barel per hari (BPD), kata juru bicara NOC. Libya sendiri telah memproduksi sekitar 1.200.000 BPD baru-baru ini.

Sedangkan kerusuhan anti-pemerintah di Irak, produsen minyak besar lainnya, juga mendukung harga minyak awalnya. Tetapi para pejabat kemudian mengatakan produksi di ladang minyak Selatan belum terpengaruh oleh kerusuhan sementara itu, gangguan suplai apa pun dapat diimbangi dengan peningkatan output dari organisasi negara pengekspor minyak (OPEC), yang dapat membatasi dampak pada pasar minyak global, seperti disampaikan kepala badan industri minyak bumi Jepang.

Balang

LEAVE A REPLY