DPRD Sumbar gelar seminar Konsultasi Publik terhadap RPJPD Tahun 2005 – 2025

0
923

PadangTIME.com – DPRD Sumatera Barat mengadakan Konsupltasi Publik terhadap Rancangan Peraturan Derah tentang Perubahan atas Perda nomor 7 tahun 2008 tentang rencana Pembangunan Jangka Panjang daera (RPJPD) provinsi Sumatera Barat pada Senen (11/12) di ruangan Sidang Utama DPRD Sumatera Barat.
Acara konsultasi Publik ini dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi.
Akonsultasi Publik ini dihadiri oleh Ketua DPRD dari kabupaten dan kota se- Sumatera Barat dan SKPD terkait Provinsi Sumatera Barat.

bebi

Seminar dipimpin  Ketua Pansus RPJPD Sumbar HM Nurnas asal partai Demokrat dan didampingi Afrizal dari fraksi Golkar Sumbar. Akademisi Firwan Tan mengatakan, pihaknya mengusulkan kepulauan Mentawai sebagai kawasan internasional zone digunakan untuk touris mancanegara.

“Menumbuh kembangkan kawasan bebas untuk dapat menggerakkan pariwisata darat di Sumatera Barat,” ujar Firwan Tan.

Menurut Firwan Tan, pemprov Sumbar perlu mendorong para pengusaha muda untuk tumbuh kembang lahir, agar dapat mengerakkan perekonomian Sumatera Barat.“Para anak muda didorong menjadi pengusaha muncul di permukaan,maka perlu menjadi perhatian pemerintah,” ujar Firwan Tan.

Lanjut Firwan Tan, pemprov Sumbar perlu membuka peluang secara besar kepada para investor dari semua kalangan secara bebas dan terbuka.

“Mustahil pembangunan tanpa adanya investasi, maka sebab itu investasi perlu diberikan perhatian khusus,” ujarnya.

Deputi Bidang pengembangan Regional Kementrian PPN/Bappenas mengatakan, sinkronisasi program prioritas nasional dan daerah untuk percepatan pembangunan daerah.

Overview RPJPN 2005 – 2025 dan RPJMN 2020- 2024, pembangunan Sumatera Barat dalam RPJMN 2020- 2024 dan keterkaitan RPJPN, RPJMN dan RPJPD

“Visi pembangunan 2005- 2025 Indonesia yang mandiri, Maju, adil dan makmur,” ujarnyaLanjut Deputi, major project RPJMN 2020- 2024 di Provinsi Sumatera Barat pembangungan jalan lintas barat Sumatera, pembangunan jalan trans pulau Mentawai (APBN/DAK), pembangunan jalan tol trans Sumatera (BUMN), tol Pekanbaru- Bukittinggi (186 KM), tol Bukittinggi- Sicincin (47 KM), tol Sicincin- Padang (30 KM), penambahan kapasitas pembangkit listrik 161,27 MW, gardu induk 610 MVA, transmisi 626 Kms, penyedian air baku KSPN Padang – Bukittinggi, peningkatkan akses air minum perpipaan 600.000 sambungan rumah, SPALD terpusat skala regional/kota/permukiman, instalasi pengolahan lumpur tinja dan sistem informasi gempa bumi dan tsunami.

Tampak acara seminar dihadiri utusan Bupati, Wali Kota Se Sumbar, Ketua DPRD Se Sumbar dan utusan OPD dilingkungan Pemprov Sumbar.(tisna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here