DPRD Padang : Pemko Padang Tertibkan Tempat Hiburan Malam

304
Anggota DPRD Kota Padang dari Gerindra, Amran Tono

PadangTIME.com – D i kota padang saat ini menjamurnya Kafe dan tempat hiburan malam tampa izin ,yang masih menjadi ’primadona’ bagi pengusaha. Di Ranah Bingkuang ini, banyak kafe dan tempat hiburan malam kian tumbuh subur, hal itu berdasarkan data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang.

Ada 27 kafe dan tempat hiburan malam tanpa memiliki izin operasional dari Pemko Padang. Meski di Kota Padang sudah ada Perwako Nomor 23 Tahun 2019 yang mengatur tentang setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) teknis yang membidangi dalam penerapan dalam penerapan peraturan daerah di Kota Padang harus melakukan pembinaan.

Namun, aturan itu tampaknya hanya menjadi produk dari Pemko Padang, lantaran dalam kenyataannya Satpol PP Kota Padang dan pemerintah setempat masih ciut terhadap maraknya kafe dan tempat hiburan malam yang banyak beroperasional tanpa memiliki dokumen perizinan yang jelas.

Dengan telah terbentuknya Perwaki tersebut, mestinya semua pengusaha ataupun pengelola baik itu pengusaha kafe, maupun karaoke, harus mengikuti aturan main yang ada tanpa terkecuali,
termasuk Satpol PP sebagai penegak Perda harus ’pasang badan’ menjalankan amanat Perwako tersebut.

Anggota DPRD Kota Padang dari Gerindra, Amran Tono mengatakan maraknya kafe tak berizin di kawasan Kota Padang harus dituntaskan oleh Pemko dalam hal ini Satpol PP, dengan cara menutup tempat hiburan malam dan kafe tersebut. Pasalnya, jika tidak segera ditutup maka akan semakin banyak aturan yang akan dilanggar oleh penggelola kafe dan tempat hiburan malam.

Oleh karena itu, DPRD terus mendorong penegakan aturan dilakukan Pemko dengan menutup usaha hiburan malam dan kafe yang melanggar perda dan aturan yang ada. Maraknya kafe dan tempat hiburan malam ini dikhawatirkan dapat mengganggu masyarakat. Karena bisa saja pengelola kafe mendirikan usahanya di dekat masjid, pendidikan, dan permukiman warga.

Sementara itu, anggota DPRD, Jafar dari PKS mengatakan banyaknya keberadaan kafe dan tempat hiburan malam di Kota Padang, maka perlu regulasi yang jelas untuk bisa mengatur usaha seperti itu sehingga tidak sulit dilakukan pengawasan. Karena bagaimanapun, bila usaha tersebut terjadi pelanggaran maka harus tetap dikenakam sanksi sesuai aturan yang ada.

Tidak hanya itu, Pemko dan Satpol PP bersikap tegas jika memang keberadaan kafe dan tempat hiburan malam tidak mengantongi izin. Pihaknya meminta Satpol PP bersikap tegas. Jika melanggar, maka tempat tersebut harus ditutup karena tidak mengikuti aturan yang ada.(red)

Balang

LEAVE A REPLY