Dosen Akuntansi UNAND Berpartisipasi Dukung Pembangunan Nagari di Tanah Datar untuk Mandiri

1384

PadangTIME.com – Universitas Andalas melalui lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat memberikan dukungan yang penu agar nagari di Sumatera Barat menjadi lebih mandiri . Hal ini terlihat dengan adanya kegiatan yang dilakukan beberapa dosen universitas Andalas (UNAND) dengan mempraktekkan keahlian Akuntansi dengan melakukan pendampingan dan konsultasi keuangan berbasis Spreadheet pada Badan Usaha Milik Nagari (BUMNAG) di Kab Tanah Datar pada Selasa (29/10 )

Kegiatan pendampingan dan konsultasi keuangan berbasis Spreadheet pada Badan Usaha Milik Nagari dilakukan oleh Tim yang terdiri dari Rita Rahayu, Husna Roza, Rahmi desriani, denny Yohana dan Verni Juita dari Jurusan Akuntansi UNAND pada selasa 29 Oktober 2019) dengan melakukan kunjungan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  dan membuka sesi sharing dan pendampingan.

Dikatakan Rita Rahayu pada PadangTIME.com kunjungan ini dilakukan dalam rangka membantu BUMNAG yang ada di Kabupaten Tanah Datar untuk identifikasi masalah bisnis yang mereka hadapi dan mengaplikasikan pencatatan keuangan berbasis Spreadsheet.

Dukungan dari para akademisi ini disambut dengan sangat baik oleh kepala bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Dra. Poppy Aziz, beliau menyatakan sangat gembira dengan dukungan akademisi terhadap peningkatan kemandirian BUMNAG dan berharap BUMNAG yang terpilih akan menjadi percontohan (pilot project) dalam hal pengelolaan keuangan berbasis spreadsheet. Berikutnya BUMNAG tersebut bisa memberikan contoh dan berbagi keahlian dalam hal kerapian pencatatan dan penyusunan informasi keuangan dari kegiatan operasional  BUMNAG tersebut.

Dijelaskan Rita Rahayu kegiatan tersebut lima (5) BUMNAG berpartisipasi aktif yaitu BUMNAG: bukik sakumpoa, Bungo Satangkai, Tunas Atar Mandiri, Cubadak sakato, Paga Kaum, dan Salimpaung Tanjung Barulak. Dua Dari BUMNAG tersebut memiliki usaha dibidang manufaktur sementara yang lainnya memiliki usaha dibidang jasa dan dagang. Masalah utama yang mereka sampaikan adalah keseragaman dalam pencatatan dan pengelompokan akun harta,  pendapatan dan biaya. Semua peserta antusias dan berharap pendampingan ini akan terus berjalan dengan baik dan dapat menjadi salah satu jalan bagi BUMNAG untuk mewujudkan nagari yang mandiri dari sisi pengelolaan BUMNAG yang baik dan sukses. (tisna)

Balang

LEAVE A REPLY