Dolar AS Makin Naik Di Tengah Wabah Virus Korona

602

Padang TIME.com-Di tengah mewabahnya virus korona, Amerika Serikat (AS) meningkatkan permintaan dolar. Langkah baru Bank Sentral Dunia ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pasar dan menguatkan kurs dolar AS.

 Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan, “Kekuatan dolar pada dasarnya adalah rally short-covering yang kuat. Itu digunakan untuk mendanai sebagian besar sirkuit kapital global. Sirkuit modal terbalik sekarang, dan mata uang pendanaan dibeli kembali,” imbuhnya, pada Jumat (20/3/2020).

Tercatat, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 2,0% menjadi 102,73, atau menguat ke level tertinggi sejak Januari 2017. Dalam Minggu ini, indeks dolar AS sudah naik sekitar 4%.

Sementara itu, dolar AS menekan euro sebesar 2,15%. Terhadap franc Swiss, greenback naik 1,9% dan pada yen Jepang naik 2,63%.

Dimana Euro berada pada posisi terlemah sejak April 2017, karena para pedagang bergegas melepaskan euro meskipun ada stimulus baru dari Bank Sentral Eropa.

Sebelumnya, Bank Sentral Eropa mengumumkan program pembelian aset 750 miliar euro (USD817 miliar) sebagai respon terhadap pandemi wabah virus korona.

Balang

LEAVE A REPLY